Berita Jember

Lansia Berusia Satu Abad Ini Bersemangat Ikuti Gerak Jalan Tajemtra 2018

Meskipun giginya sudah tanggal semua, lelaki sepuh itu tetap terlihat sehat di area pemberangkatan. Bahkan Tokin bertekad jalan kaki sampai...

Lansia Berusia Satu Abad Ini Bersemangat Ikuti Gerak Jalan Tajemtra 2018
SURYA.co.id/Sri Wahyunik
Lansia berusia lebih 100 tahun Tokin (pakai hiasan kepala) bersama Bupati Jember Faida di acara gerak jalan Tajemtra 2018 

SURYA.co.id | JEMBER - Tokin, seorang lelaki asal Desa Sumberjeruk Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember menjadi peserta tertua gerak jalan Tanggul - Jember Tradisional (Tajemtra) 2018, Sabtu (8/9/2018).

Lelaki itu berusia 106 tahun. Dia termasuk dalam kelompok lansia yang mengikuti Tajmetra 2018.

Sebagi peserta tertua, lelaki ini mendapat kehormatan naik ke panggung area start dan berfoto bersama Bupati Jember Faida.

Dia juga berjalan di deretan depan bersama jajaran Forkopimda Jember, tak lama setelah Bupati Jember mengibaskan bendera tanda pelepasan peserta gerak jalan Tajemtra.

"Saya sudah dua kali ini ikut Tajemtra. Senang saja, karena memang senang jalan. Kemana-mana saya jalan kaki. Dari rumah di Kalisat ke Sempolan (Kecamatan Silo) atau ke Tamanan (Kabupaten Bondowoso) juga jalan kaki," kata Tokin kepada Surya.co.id.

Kedua daerah yang disebut Tokin merupakan tetangga kecamatan dan kabupaten yang berjarak puluhan kilometer.

Meskipun giginya sudah tanggal semua, lelaki sepuh itu tetap terlihat sehat di area pemberangkatan. Bahkan Tokin bertekad jalan kaki sampai ke garis finish di Alun-Alun Jember berjarak sekitar 30 Km dari area pemberangkatan di Alun-Alun Kecamatan Tanggul.

Keunikan gerak jalan Tajemtra tidak hanya dari kelompok Lansia saja, seorang peserta dari Kabupaten Lumajang, Supriyanto memilih memakai kostum unik. Dia memakai kostum garuda yang terbuat dari matras.

"Baru sekali ini mengikuti Tajemtra, biasanya ikut gerak jalan Candil (Candipuro - Lumajang). Saya kira banyak yang berkostum unik, ternyata kebanyakan berpakaian olahraga," kata Supri.

Meski begitu, kostumnya tidak menyurutkan langkahnya berjalan sampai ke garis finish.

Selain kelompok Lansia, ada juga kelompok difabel. Menurut Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jember Dedi M Nurahmadi, terdapat 20 orang difabel yang mengikuti gerak jalan Tajemtra.

"Terdapat 8.352 peserta yang terdiri dari kelompok beregu dan perseorangan, juga umum. Tahun ini juga diikuti oleh kelompok Lansia di atas usia 70 tahun, juga dari difabel yang ikut ada 20 orang," ujar Dedi.

Sedangkan Bupati Jember Faida yang memberangkatkan peserta gerak jalan Tajemtra menegaskan, kegiatan itu merupakan kegiatan olahraga sekaligus ajang silaturahmi dan ajang budaya Jember.

"Karena peserta datang dari berbagai daerah, tidak hanya dari sejumlah kecamatan di Jember tetapi juga luar kota seperti Lumajang, Probolinggo, Bondowoso, Banyuwangi, Situbondo, Pasuruan, bahkan luar Jawa," kata Faida.

Melalui acara itu, diharapkan bisa terjalin persaudaran di semua kalangan. Dia mengharapkan seluruh peserta menyelesaikan gerak jalan hingga ke garis finish.

Sementara itu, sebelum gerak jalan dimulai, personel kepolisian dibantu TNI melakukan razia ke sejumlah peserta.

Petugas menemukan sejumlah peserta yang mengkonsumsi minuman beralkohol. Bahkan petugas juga menemukan peserta membawa senjata tajam berupa pisau. Walhasil, mereka yang ketahuan membawa minuman keras dan pisau itu diamankan ke kantor kepolisian.

Ada juga peserta yang harus dirawat di UGD Puskesmas Klatakan - Tanggul akibat teler usai mengkonsumsi Miras.

Gerak jalan Tajemtra merupakan gerak jalan tahunan yang digelar Pemkab Jember. Gerak jalan ini menempuh rute jalan nasional, dari Kecamatan Tanggul ke pusat kota Jember, berjarak sekitar 30 Km.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help