Advertorial

Tiga Program ExxonMobil Cepu Limited Untuk Bojonegoro dan Tuban Raih Penghargaan Emas

Program-program tersebut dinilai baik dalam aspek perubahan positif di masyarakat, peran aktif warga dalam program, dan keberlanjutan...

Tiga Program ExxonMobil Cepu Limited Untuk Bojonegoro dan Tuban Raih Penghargaan Emas
ist
Senior Vice President ExxonMobil Indonesia, Mirza Boerhanudin saat menerima penghargaan emas dari Corporate Forum for Community Development (CFCD) dalam Indonesian SDG’s Award (ISDA) 2018 di Jakarta, tadi malam (6/9/2018). 

SURYA.co.id | JAKARTA - Corporate Forum for Community Development (CFCD) yang bekerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI, menganugerahi penghargaan emas bagi tiga program pengembangan masyarakat yang digulirkan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban.

Ketiganya adalah Program Pendidikan Holistik Berbasis Karakter Semai Benih Bangsa, Program Akses Finansial bagi Perempuan Pelaku Usaha Kecil, dan Program Pengelolaan Sampah dan Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Program-program tersebut dinilai baik dalam aspek perubahan positif di masyarakat, peran aktif warga dalam program, dan keberlanjutan program pasca pendampingan.

“Keberhasilan program ini tentu tidak akan terwujud tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat, pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait lainnya, serta dukungan dari SKK Migas,” ucap Vice President Public & Government Affairs EMCL, Erwin Maryoto usai acara pemberian penghargaan di Hotel JS Luwansa Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Blora, dan Tuban yang telah mendukung kesuksesan operasi industri hulu migas wilayah Blok Cepu.

Erwin mengungkapkan, Program Pendidikan Holistik Berbasis Karakter telah dilaksanakan sejak 2007 di Kabupaten Bojonegoro, Blora, dan Tuban. Total 412 guru pendidikan pra-sekolah mendapat pelatihan pendidikan karakter ini.

Para guru dilatih dan didampingi oleh Indonesia Heritage Foundation (IHF). Pasca pelatihan, para peserta membuat forum dan mereka membagi pengalamannya ke guru-guru lain.

“Hingga kini, EMCL dan IHF telah mendampingi 94 sekolah di tiga kabupaten tersebut,” jelasnya.

Erwin juga menjelaskan, bahwa program akses finansial bagi perempuan pelaku usaha kecil telah mampu membantu lebih dari 12,000 ibu-ibu rumah tangga yang kurang mampu di Kabupaten Bojonegoro.

Pada tahun 2009 EMCL menggulirkan program yang menerapkan metode grameen bank tersebut dengan Yayasan Mitra Dhuafa dan mendirikan Koperasi Mitra Dhuafa (Komida).

Halaman
12
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help