Berita Kediri

Rekonstruksi Pembunuhan Wanita di Nganjuk, Korban Dihabisi secara Sadis Karena Menolak Lakukan Ini

tersangka mengajak korban untuk bercinta, namun permintaan itu ditolak oleh korban hingga akhirnya terjadi pembunuhan itu

Rekonstruksi Pembunuhan Wanita di Nganjuk, Korban Dihabisi secara Sadis Karena Menolak Lakukan Ini
surya/didik mashudi
Kasus pembunuhan Etika Fahrunisa dilakukan rekonstruksi di Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jumat (7/9/2018). 

SURYA.co.id | NGANJUK - Kasus pembunuhan Etika Fahrunisa (20) yang dihabisi secara sadis dilakukan rekonstruksi. Rekontruksi berlangsung di lokasi pembunuhan Sungai Afur, Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jumat (7/9/2018).

Pada rekonstruksi, ini tersangka pembunuhan Dwi Agus Hermawan (27) alias Cilon dihadirkan. Sedangkan korban Etika dilakukan oleh pemeran pengganti Haryanto.

Kegiatan rekonstruksi berlangsung selama dua jam lebih. Pelaku memperagakan 16 adegan mulai dari saat pertemuan hingga menghabisi korban dan membuang mayatnya ke Sungai Afur.

Peragaan yang sama juga dilakukan di depan Kantor Balai Desa Pandantoyo tempat keduanya bertemu.

Rekonstruksi ini juga dihadiri Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wirata, Waka Polres Nganjuk Kompol Toni Sarjaka, Kapolsek Kertosono Kompol Abraham Sissik dan Kasat Reskrim AKP Yogi AK.

Kegiatan rekonstruksi ini juga disaksikan puluhan warga yang menyaksikan di sekitar lokasi. Petugas juga mengerahkan personel Sabhara untuk mengamankan selama kegiatan berlangsung.

Rekonstruksi berlangsung dengan tertib dan lancar. Tersangka Dwi Agus juga cukup kooperatif memperagakan semua adegan pembunuhan yang telah dilakukannya.

Kasus pembunuhan Etika diawali perkenalan keduanya di jejaring media sosial facebook. Perkenalan keduanya masih sekitar satu minggu. Selanjutnya keduanya kopi darat dan bertemu di Desa Pandantoyo.

Tersangka yang baru kenal dengan korban setelah bertemu diajak ke bantaran Sungai Afur. Kemudian tersangka mengajak korban untuk bercinta, namun permintaan itu ditolak oleh korban.

Marah karena permintaannya ditolak kemudian pelaku menghajar korban dengan memukul bagian kepala dan menendang kemaluannya. Setelah korban tewas selanjutnya dibuang ke Sungai Afur.

Keesokan harinya mayat korban ditemukan masyarakat. Petugas sempat kesulitan mengidentifikasi korban karena tidak ditemukan identitasnya.

Satu-satunya petunjuk hanya pakain korban bertuliskan Wong Kediri.

Dari hasil penelusuran petugas diketahui jika korban bernama Etika warga Purwoasri, Kabupaten Kediri.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wirata menjelaskan, untuk mengungkap kasus pembunuhan ini petugas melakukan penyidikan scientific investigation dengan melakukan tes DNA.

Karena barang milik korban seperti HP, dompet dan arloji milik korban dibawa pelaku. Setelah melucuti barangnya, mayat korban diceburkan sungai.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help