Berita Tulungagung

Pegawai PDAM Tulungagung yang Dilaporkan Menipu, Diduga Jaringan Jaka Jamakas dengan Modus Ini

Romhaji diduga sebagai bagian dari jaringan Jaka Jamakas, mantan PNS di bagian protokoler Pemkab Tulungagung yang sudah ditangkap polisi

Pegawai PDAM Tulungagung yang Dilaporkan Menipu, Diduga Jaringan Jaka Jamakas dengan Modus Ini
pixabay
Ilustrasi 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Seorang pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tulungagung bernama Romhadi (50) dilaporkan karena diduga melakukan penipuan, dengan modus bisa memasukkan pegawai Pemkab Tulungagung.

Pelapornya adalah temannya sendiri, Abdul Hadi (47) warga Dusun Bendil, Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Tulungagung.

Romhaji diduga sebagai bagian dari jaringan Jaka Jamakas, mantan PNS di bagian protokoler Pemkab Tulungagung yang sudah ditangkap polisi karena kasus yang sama.

Baca: Pria Tulungagung Tipu Rekannya Rp 38,5 Juta. Kedoknya Terbongkar saat Sang Anak Tak Digaji 7 Bulan

Hal ini diungkapkan Dipta Putra Aditya (19), anak dari Hadi yang telah direkrut Romhaji.

Menurut Dipta, setelah ayahnya membayar uang Rp 30 juta untuk syarat bekerja di Pemkab Tulungagung, dirinya langsung dimasukkan ke dalam grup WhatsApp.

Grup itu beranggotakan sekitar 16 orang, dengan admin Jaka Jamakas.

“Ternyata semua nasibnya sama, bekerja tanpa menerima gaji,” ungkap Dipta.

Dipta mulai bekerja di Pemkab Tulungagung sejak Juli 2017.

Anggota grup ini dibagi dalam beberapa kelompok yang anggotanya empat sampai lima orang.

Setiap hari grup itu membagikan agenda bupati, serta lokasi-lokasi yang akan dikunjungi.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved