Citizen Reporter

Lihat, Mereka Bahagia Menjadi Petani Organik Muda

Diterapkan sistem integrated farming. Di awal pengolahan lahan digunakan pupuk ternak. Selanjutnya, digunakan kotoran ikan sebagai nutrisi tumbuhan.

Lihat, Mereka Bahagia Menjadi Petani Organik Muda
ist

Era ini, tidak banyak pemuda yang mau turun ke sawah. Itu berbeda dengan sekelompok pemuda asal Jombang.

Mereka membentuk komunitas petani muda. Komunitas itu berorientasi pada penanaman sayur dan buah organik, tanpa pupuk kimia dan pestisida. Komunitas petani muda ini dinamai Barisan Anak Muda Bahagia (Baramuda) yang dirintis sejak September 2017.

Beberapa pemuda yang tergabung dalam komunitas Baramuda berlatar belakang dari mahasiswa jurusan pertanian. Kekuatan tersebut menjadi modal untuk membesarkan perkebunan sayur dan buah mereka.

“Kami pemuda yang cinta pertanian. Di tengah-tengah sedikitnya anak muda yang menjadi petani, anggotanya sudah 12 orang,” ujar Ulin, Minggu (2/9/2018). Dia salah satu perempuan di komunitas Baramuba yang kemarin berumur setahun.

Hal itu merupakan peluang baik untuk komunitas Baramuda, karena semakin kritisnya produk pangan di pasar yang kurang terjamin kesehatannya. Hasil buah dan sayur komunitas itu dipasarkan di minimarket sekaligus base camp Baramuba yang terletak di Dusun Kedung Boto, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang.

“Pemasaran biasanya ke agenda car free day setiap minggu, ke bakul lijo, dan ibu rumah tangga,” tambah Ulin.

Beragam sayur dan buah yang ditanam di sana adalah kembang kol, tomat, pakcoy, jagung manis, labu, bunga telang, cabai, kubis, dan sayuran lainnya. Tidak jarang mereka membuat olahan makanan dari hasil panen sayur dan buah, seperti es krim pakcoy, puding labu, dan bluerice yang pasti tanpa bahan kimia.

Mereka menghindari penggunaan pupuk kimia untuk menjaga tanah agar tetap bagus kualitasnya. Mereka menerapkan sistem integrated farming, yaitu di awal pengolahan lahan digunakan pupuk ternak. Selanjutnya, untuk merawat dan mengembangkan sayur dan buah, digunakan kotoran ikan sebagai nutrisi tumbuhan.

Berbagai program sosial dan positif juga diselenggarakan Baramuda. Mereka melakukan reboisasi dengan menanam pohon di pinggir jalan raya desa, melaksanakan aksi resik kali, mengelola bank sampah di desa, dan karnaval desa bersama kelompok wanita tani.

“Harapan ke depannya, semakin banyak anak muda yang tertarik menjadi petani, khususnya petani organik,” pungkas Ulin.

Nurul Aini
Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura
nurulaini.shofwani@gmail.com
IG: dee_inn

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved