Berita Jember

Jaksa Tahan Bendahara Koperasi di Jember terkait Korupsi, Diduga Tak Setor Bagi Hasil Kebun Rp 9 M

Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menahan Bendahara Koperasi Tani Ketajek Makmur, Sutomo, Kamis (6/9/2018) sore.

Jaksa Tahan Bendahara Koperasi di Jember terkait Korupsi, Diduga Tak Setor Bagi Hasil Kebun Rp 9 M
surya/sri wahyunik
Kepala Kejari Jember Ponco Hartanto 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember menahan Bendahara Koperasi Tani Ketajek Makmur, Sutomo, Kamis (6/9/2018) sore. 

Kepala Kejari Jember Ponco Hartanto menjelaskan penahanan ini menyusul penetapan Sutomo sebagai tersangka.

"Sejak bulan kemarin kami lakukan penyidikan dan sudah tetapkan tersangka S (Suparjo) selaku Ketua Koperasi Ketajek. Kemarin kami lakukan pemeriksaan kembali, dan menetapkan satu tersangka yakni bendahara koperasi berinisial T (Sutomo) dan juga kami lakukan penahanan," ujar Ponco kepada Surya.co.id, Jumat (7/9/2018).

Berdasarkan penyidikan, dugaan tindakan korupsi yang dilakukan Suparjo juga melibatkan orang lain yakni pengurus Koperasi Tani Ketajek Makmur, dalam hal ini Bendahara Koperasi yakni Sutomo.

"Kami juga sudah memeriksa mantan Direktur PDP tahun 2014 - 2016 (Sujatmiko) sebagai saksi. Apakah ada tersangka lain, tentunya masih menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan. Alurnya kemana saja harus menunggu hasil penyidikan," tegas Ponco.

Dia juga menyebut indikasi kerugian negara dalam perkara itu diperkirakan lebih dari Rp 9 miliar. Sebelumnya jaksa menyebut kerugian negara sebesar Rp 9 miliar.

Kerugian negara itu berdasarkan hasil kebun yang dipanen kemudian dijual oleh koperasi dan tidak disetorkan ke Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember.

Hasil kebun itu antara lain hasil penebangan kayu (seperti sengon), juga panen kopi dan kakao.

"Belum lagi hasil yang lain, jadi dugaan kerugian negara bisa lebih dari Rp 9 miliar," lanjut Ponco.

Jaksa melihat ada kejahatan korporasi dalam perkara tersebut. Sebab tersangka menggunakan koperasi untuk melakukan tindak pidana korupsi.

Karena ada kejahatan korporasi, kata Ponco, tidak menutup kemungkinan jaksa membedah perkara itu juga memakai UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Sebelumnya, pada 1 Agustus 2018, jaksa menahan Ketua Koperasi Tani Ketajek Makmur Desa Pakis Kecamatan Panti, Jember, Suparjo. Suparjo diduga melakukan Tipikor sehingga keuangan negara dirugikan sebesar Rp 9 miliar.

Pengurus koperasi yang diketuai Suparjo diduga tidak menyetor hasil sharing pengelolaan kebun Ketajek milik Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember.

Hasil kebun yang tidak disetor kata jaksa merupakan hasil kebun mulai tahun 2014 hingga 2018. Hasil pengelolaan kebun itu seharusnya dibagi, untuk PDP Kahyangan 70 persen dan Koperasi Tani Ketajek Makmur 30 persen. 

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved