Berita Surabaya

Diduga Aniaya Anak Tiri Hingga Luka-luka, Perempuan di Surabaya Diciduk Polisi

Seorang perempuan di Surabaya diciduk polisi karena diduga menganiaya anak tirinya hingga luka-luka.

Diduga Aniaya Anak Tiri Hingga Luka-luka, Perempuan di Surabaya Diciduk Polisi
pixabay
Ilustrasi kekerasan terhadap anak 

SURYA.co.id | SURABAYA - Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menangkap seorang wanita yang diduga menganiaya anak tirinya.

Tersangka berinisial SN (37) diduga melakukan penganiaayan terhadap anak tirinya yang berumur 11 tahun.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, penangkapan tersebut bermula dari laporan keluarga korban yang mendapat informasi bahwa pelaku kerap menganiaya anaknya.

Kerap kali, korban menangis mengerang kesakitan akibat perlakuan ibu tirinya.

Warga sekitar tempat tinggal korban di daerah Tenggumung Karyo Surabaya juga kerap mendengar tangisan.

Beberapa kali, pelaku diingatkan oleh tetangga sekitar namun hal tersebut tidak digubris.

Hingga akhirnya warga mengadu kepada tante korban.

Tidak terima dengan perlakuan korban, bibi korban melapor ke kepolisian.

"Penganiayaan ibu tiri kepada korban. Kejadiannya secara berulang. Tante korban melapor karena sering melihat kejanggalan ponakannya menangis," kata AKBP Antonius Agus Rahmanto, jumat (7/9/2018).

Saat dilakukan visum, terlihat dari beberapa luka memar di wajah dan punggung korban.

Hingga kemudian polisi menetapkan ibu tiri korban sebagai tersangka sementara ayah korban diketahui masih berada di luar kota untuk bekerja.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis pasal 44 ayat 1 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga demgan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan Pasal 80 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 3 tahun 6 bulan.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help