Berita Surabaya

Buka Acara Grand Opening Bober Cafe, Wali Kota Risma Dorong Anak Muda Mulai Berbisnis

Risma dan Pemerintah Kota Surabaya memberikan peluang kepada anak-anak muda untuk memulai bisnis

Buka Acara Grand Opening Bober Cafe, Wali Kota Risma Dorong Anak Muda Mulai Berbisnis
surya/pipit maulidiya
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri pembukaan Bober Cafe dan Ruang Komunitas, Jumat (7/9/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, terlihat di pembukaan Bober Cafe dan Ruang Komunitas, salah satu kafe terbaru di Jalan Jemursari Kota Surabaya, Jumat (7/9/2018). Kedatangan Risma bertujuan untuk memberikan support pada bisnis yang dimulai olah para anak muda di Kota Surabaya ini. Putra Risma, Fuad Bernardi, juga terlibat di dalamnya.

"Dulu orang membuat toko harus ada tokonya. Terus kalau mau buat pabrik harus ada pabriknya. Sekarang ini tidak perlu begitu. Karena kemajuan teknologi, semua bisa dilakukan di manapun dan kapan pun jadi tidak perlu harus punya toko. Nah tempat ini bisa dijadikan untuk kantor bisa dijadikan untuk tempat rapat, mungkin juga untuk show talenta misalnya bermain musik Stand Up Comedy dan yang lain," terang Risma usai opening cafe.

Saat ditanya soal bagaimana regulasi tempat yang yang bisa digunakan untuk kantor, Risma menjelaskan lokasi tersebut bisa disebut co working space. Sehingga tidak bisa lagi dicegat pertumbuhannya.

"Kalau di dunia ini namanya co working space jadi gak bisa lagi dicegat. Tapi ini jadi salah satu upaya pemerintah kota juga, supaya anak-anak muda ini memulai bisnisnya sendiri. Kalau semua anak-anak muda mengandalkan jadi pegawai, pemerintah juga pasti akan keberatan," jelasnya.

Risma menceritakan saat berkunjung ke Fukuoka, Jepang, dia banyak belajar bagaimana pemerintah kota Jepang mengatur pajak tempat bisnis seperti co working space.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini melihat ada warga Inggris yang punya kantor pusat di Fukuoka, dan justru pemerintah Jepang memberikan kemudahan dan memiliki pajak paling rendah.

"Kalau terendah pajak biasanya 20 persen, Fukuoka bisa 12 persen, saya lupa persisnya. Karena tidak mungkin pemerintah menyediakan kesempatan atau peluang lapangan kerja. Sekarang bisa diciptakan sendiri, maka itu dirangsanglah pajak seperti itu. Surabaya belum karena harus ada peraturan dari pusat dulu, kita nggak bisa buat aturan sendiri," terangnya.

Risma dan Pemerintah Kota Surabaya memberikan peluang kepada anak-anak muda untuk memulai bisnis, sehingga mereka menyediakan peluang mereka sendiri.

Hampir di seluruh dunia, lanjutnya, tempat seperti ini bisa jadi ladang berbisnis baru. Untuk tempat hangout baru, serta tempat untuk mengasah talenta anak muda.

"Terlebih bisnis kuliner di Surabaya ini jadi prospek pemerintah dari segi pajaknya. Itu setiap tahun, di atas 20 persen. Jadi kuliner tumpuan utama pajak pemerintah kota selain hotel juga restoran. Biasanya restoran itu capaiannya lebih dari 100 persen," tutup Risma.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help