Berita Malang Raya

Anggota DPRD Kota Malang Ini 'Lolos' Status Tersangka KPK Usai Kembalikan Uang Suap Rp 22 Juta

Uang itu merupakan hasil suap pembahasan APBD-P tahun anggaran 2015 atau 'pokir' dan pengadaan lahan sampah di TPA Supit Urang

Anggota DPRD Kota Malang Ini 'Lolos' Status Tersangka KPK Usai Kembalikan Uang Suap Rp 22 Juta
surya/hayu yudha prabowo
Massa aksi dari Aliansi Mayarakat Anti Korupsi menyalakan lilin dalam Istighotsah dan Doa Bersama di depan Gedung DPRD Kota Malang, Kamis (6/9/2018). Aksi ini bertujuan mendoakan kota malang bersih dari korupsi baik eksekutif maupun legislatif. 

SURYA.co.id | MALANG - Subur Triono, anggota DPRD Kota Malang fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), menjadi satu anggota dewan yang tersisa pasca penahanan 41 dari 45 anggota DPRD Kota Malang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Mereka terseret kasus suap pembahasan APBD-P Kota Malang tahun anggaran 2015.

Toh Subur Triono tidak membantah dirinya juga menerima uang tersebut.

Namun, Subur mengaku sudah mengembalikannya saat kasus itu mencuat untuk yang pertama kalinya tiga tahun lalu.

Hal ini berbeda dengan anggota lainnya yang masih berusaha untuk mengelak.

"Saya secara pribadi punya pendapat yang lain. Kita harus kooperatif menghadapi masalah - masalah tersebut," katanya di gedung DPRD Kota Malang, Kamis (6/9/2018).

Anggota DPRD Kota Malang Subur Triono saat memenuhi panggilan KPK di Aula Polres Malang Kota, Rabu (18/10/2017).
Anggota DPRD Kota Malang Subur Triono saat memenuhi panggilan KPK di Aula Polres Malang Kota, Rabu (18/10/2017). (surya/benni indo)

Subur mengatakan, dirinya mengembalikan uang sebesar Rp 22 juta kepada KPK.

Uang itu merupakan hasil suap pembahasan APBD-P tahun anggaran 2015 atau 'pokir' dan pengadaan lahan sampah di TPA Supit Urang atau dikenal dengan 'uang sampah' yang diterimanya.

"Sampah dan pokir, Rp 22 juta yang saya kembalikan," katanya.

Subur menjelaskan kenapa dirinya langsung mengembalikan uang yang diterimanya.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help