Berita Surabaya

Anak Buka Cafe, Wali Kota Risma: Saya Tidak Pernah Bolehkan Buka Usaha dengan Pemkot

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri opening Bober Cafe dan Ruang Komunitas di Jalan Jemursari Surabaya, Jumat malam (7/9/2018).

Anak Buka Cafe, Wali Kota Risma: Saya Tidak Pernah Bolehkan Buka Usaha dengan Pemkot
surya/pipit maulidiya
Risma menghadiri pembukaan Bober Cafe yang salah satu pengelolanya sang anak Fuad Bernardi, Jumat (7/9/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri  opening Bober Cafe dan Ruang Komunitas di Jalan Jemursari Surabaya, Jumat malam (7/9/2018).

Cafe yang baru beroperasi beberapa Minggu ini, salah satu pentgelolanya putra Risma, Fuad Bernardi.

Risma datang beserta ajudan dan Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M Fikser.

Turut hadir Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan dan beberapa kepala dinas di lingkungan Pemkot Surabaya.

"Saya tadi ke sini berangkat jam 15.00 WIB, sudah di luar jam kerja, tapi lapo camat-camat iku mrene (tapi kenapa para camat itu ikut ke sini)," kata Risma disusul tawa para undangan, Jumat (7/9/2018).

Risma mengaku tidak mengetahui anaknya itu mulai bisnis cafe. Dia hanya mengetahui bahwa Fuad sudah mandiri yang dibuktikan berani berbisnis sejak SMA.

"Mulai SMA tidak pernah minta uang saku saya. Saya hanya bayar sekolah, ini berdiri sendiri modalnya. Kok bisa menyewa segini besarnya? Saya ingin sampaikan, saya diundang," tandas Risma dengan nada masih heran.

Risma melanjutkan sebagian orang bilang kalau dia tidak adil terhadap anak-anaknya sendiri. Karena di saat orang lain Risma bantu usaha, malah anak sendiri dibiarkan mandiri.

"Saya tidak pernah bolehkan dia usaha yang ada hubungannya dengan pemkot. Tapi dia bisa sendiri, setahu saya sudah dua cafe, pertama di Joyoboyo dan kedua di sini bersama teman-temannya," kata Risma membuka acara.

Risma berpesan kepada seluruh tim cafe yang terdiri dari anak-anak muda ini untuk jangan pernah kenal menyerah.

Kalau ada kesalahpahaman itu biasa, selesaikan dengan cara yang baik.

"Kalau dia manusia yang cerdas bisa menyelesaikan secara bersama sama. Bukan saling curiga," tutupnya .

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved