Berita Tuban

Pelajar di Tuban Ciptakan Detektor Narkoba. Bagaimana Cara Kerjanya?

Pelaraja SMK Negeri Rengel, Kabupaten Tuban, menciptakan alat untuk mendeteksi narkoba. Bagaimana cara kerjanya?

Pelajar di Tuban Ciptakan Detektor Narkoba. Bagaimana Cara Kerjanya?
surabaya.tribunnews.com/m sudarsono
Miftahul Ghufroni dan Salsa Dilla Luluk A, siswa kelas 2 SMK Negeri Rengel, Kabupaten Tuban yang menciptakan penator, alat pendeteksi narkoba. 

SURYA.co.id | TUBAN - Karya yang dihasilkan oleh 2 siswa SMK Negeri Rengel, Kabupaten Tuban patut mendapatkan apresiasi.

Keduanya adlaah Miftahul Ghufroni dan Salsa Dilla Luluk A, siswa kelas 2 SMK.

Karya mereka berupa alat pendeteksi narkoba atau detektor narkoba telah menyabet juara satu dalam lomba cipta karya cinta tanah air yang digelar Kementerian pertahanan bekerjasama dengan Pemprov Jatim.

Alat itu mereka namai Penator. 

Alat yang terbuat dari bahan bolpoin atau pena itu dikombinasikan dengan infus set. Lalu, untuk mengetahui terdapat kandungan narkoba atau tidak, dibutuhkan tinta yang terbuat dari bahan ekstrak buah naga dan kunyit.

"Cara kerjanya, saat tuas si penator ditekan ke atas, cairan tinta dari tabung penampung akan turun melalui selang, selanjutnya cairan tadi akan keluar melalui ujung jarum yang disentuhkan dengan benda berupa makanan atau minuman yang diujikan," kata Salsa saat dikonfirmasi Surya, Kamis (6/9/2018).

Lebih lanjut dia menjelaskan, jika terdapat perubahan reaksi warna lebih pucat, cerah, dan gelap pekat pada objek makanan atau minuman tertentu yang diuji, maka berdasarkan parameter bisa diindikasikan terdapat zat narkotika di dalamnya.

Hasil yang telah dilakukan pun berhasil, meski demikian saat ini masih dilakukan penyempurnaan karya tersebut.

"Ya untuk cara kerjanya memang demikian, saat ini masih disempurnakan," pungkas rekan Ghufroni yang saat ini berada di BNN Provinsi Jatim.

Waka Kesiswaan SMK Negeri Rengel Kabupaten Tuban, Heni Rohmawati menyatakan, tak butuh persiapan banyak waktu bagi siswa untuk mengikuti lomba itu.

Uundangan yang diberikan dinas pendidikan provinsi juga tidak diduga. Sebab, masih banyak sekolah lain yang lebih bagus.

"Tidak menyangka, hanya membutuhkan waktu sekitar satu Minggu untuk membuat itu. Dan sempat kaget ketika mendapat informasi ternyata karya Ghufroni dan Salsa mendapatkan juara 1," tutup Heni.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved