Citizen Reporter

Pakai Metode Harfun, Terjemahan Menjadi Mudah

Meski kitab suci Alquran menggunakan bahasa Arab, tidak lantas sulit bagi umat Islam bukan Arab untuk mempelajari bahkan mengetahui isi Alquran.

Pakai Metode Harfun, Terjemahan Menjadi Mudah
ist

Dengan berbagai cara, alumni sebuah institusi pendidikan melaksanakan acara temu alumni. Alumni Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng, Jombang, menggandeng Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) menyelenggarakan Merajut Silaturahmi Alumni dengan Ngaji Quran Sakmaknane.

Pelatihan yang yang diadakan Minggu (2/9/2018) itu bertempat di Ruang Serbaguna Unhasy. Alumni menjadi sasaran pelatihan agar peserta bisa menerjemah Alquran secara mudah.

Mereka diharapkan dapat mengajari orang lain setelah pelatihan. Meski kitab suci Alquran menggunakan bahasa Arab, tidak lantas sulit bagi umat Islam bukan Arab untuk mempelajari bahkan mengetahui isi Alquran.

Dalam kesempatan itu, dihadirkan Achmad Syaichu Buchori yang menyusun sebuah metode atau cara mudah menerjemah Alquran. Dikenal dengan nama Metode Harfun; suatu cara yang mana peserta dikenalkan terlebih dahulu beberapa kalimat dengan harf dalam terminologi bahasa Arab. Selebihnya, yaitu kalimat dengan ism dan fill akan dapat dikenali dengan mudah.

Dalam riset yang dilakukan penyusun metode harfun, di dalam Alquran juz 1, ditemukan jumlah kalimat dengan harf sebanyak 45 saja, namun terjadi pengulangan hingga mencapai 1.200 lebih, setara dengan 34 persen dari seluruh jumlah kalimat.

Peserta demikian antusias. Dimulai dengan penyampaian presentasi Alquran Mudah dengan durasi waktu sekitar 45 menit. Setelah itu. dilanjutkan dengan menunjukkan cara mengajarkannya kepada orang lain, baik kalangan santri pesantren maupun awam. Karena peserta adalah alumni yang telah memiliki pemahaman gramatika bahasa Arab yang mumpuni diharapkan mampu mengajarkan metode itu.

Sesekali mereka guyon ala pesantren yang membuat segar suasana. Itu mengingatkan pada masa-masa pertemanan dulu.

Yang tidak kalah menarik adalah saat sesi mikro training. Setiap peserta maju untuk menyampaikan hasil penyerapan materi pelatihan. Suasana menjadi penuh gelak tawa karena ekspresi masing-masing peserta mengundang tawa. Mereka yang terbiasa menghadapi santri, sekarang menghadapi sesama peserta yang tidak lain adalah teman-temannya.

H Muchsin Ks, Wakil Rektor II Unhasy, yang membuka acara menyambut gembira ikhtiar dari Ikatan Keluarga Alumni Unhasy dengan gelaran itu. Dia mengharapkan pelatihan itu menjadi perekat bagi terbangunnya silaturahmi alumni.

Achmad Syaichu Buchori
Wakil Sekretaris IKA Unhasy Tebuireng Jombang
achmadsyaichu1971@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved