Persebaya Surabaya

Djanur Ungkap Isi Hati setelah Jadi Pelatih Persebaya, Persib Bandung dan PSMS Medan

Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman tergolong pelatih yang memiliki rekam jejak mengesankan.

Djanur Ungkap Isi Hati setelah Jadi Pelatih Persebaya, Persib Bandung dan PSMS Medan
Instagram @officialpersebaya
Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman (kanan) di dampingi asisten pelatih Persebaya, Bejo Sugiantoro saat melihat piala yang diraih Bajul Ijo di Wisma Persebaya Jl Karanggayam Surabaya, Rabu (5/9/2018). 

SURYA.co.id I SURABAYA – Pelatih Persebaya, Djadjang  Nurdjaman tergolong pelatih yang memiliki rekam jejak mengesankan. Pelatih asal Majalengka, Jawa Barat ini menjadi salah satu pelatih yang pernah menjadi nahkoda tiga tim besar di Indoensia.

Sebelum melatih Persebaya, pelatih yang akrab disapa Djanur itu pernah menjadi pelatih di Persib Bandung dan PSMS Medan. Kedua tim tersebut merupakan dua tim besar di era perserikatan dan punya sejarah pajang dalam sepak bola Indonesia.

Pada era perserikatan, ada beberapa tim yang dikenal memiliki sejarah sepak bola cukup panjang. Selain Persebaya, ada PSMS Medan, Persija Jakarta, Persib Bandung, PSM Makassar, Persipura Jayapura, dan PSIS Semarang. 

Perserikatan merupakan kompetisi sepak bola tertua yang ada di Indonesia. Era Perserikatan dimulai tahun 1930, Perserikatan menjadi tonggak awal berdirinya dasar sepak bola di Indonesia.

Kompetisi era Perserikatan pertama kali dilangsungkan di kota Solo. VIJ yang saat ini lebih dikenal dengan nama Persija Jakarta menjadi juara pertama edisi Perserikatan PSSI.

Bisa melatih tiga tim era Perserikatan, diakui Djanur, dirinya merasa sangat senang. Catatan perjalanan kepelatihannya itu menjadi kebanggan tersendiri bagi pelatih yang membawa Persib juara ISL 2014 itu.

 “Jujur, saya merasa bangga juga seneng bisa bergabung dengan Persebaya. Karena Persebaya salah satu klub legendaris di Indonesia,” terang Djanur usai memimpin latihan perdana Persebaya di Lapangan Persebaya Jl Karanggayam Surabaya, Rabu (5/9/2018).

“Total dalam karier kepelatihan saya, saya sudah menjadi pelatih di 3 klub legendaris (perserikatan). Ini suatu kebanggan tersendiri buat saya,” tambahnya.

Diakui Djanur, Persebaya bagi dirinya adalah salah satu tim yang sudah melegenda, apalagi di era perserikatan. Persebaya menjadi salah satu tim yang penuh prestasi.

 Untuk itu, saat pertama kali mengunjungi Wisma Persebaya, Rabu (5/9/2018) beberapa jam sebelum memimpin latihan Persebaya secara perdana, dimana di bangunan itu juga tersimpan banyak tropi Persebaya sejak era perserikatan, Djanur merasa takjub.

Pelatih asal Majalengka, Jawa Barat itu menyempatkan diri melihat-lihat koleksi tropi dari Persebaya.

“Saya melihat Persebaya adalah tim melegenda, punya catatan cukup panjang. Tadi tropi-tropi yang diraih banyak yang dadapatkan pada era perserikatan, artinya ini klub besar dan melegenda. Suatu keuntungan bagi saya bisa bergabung di sini,” pungkas Djanur.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help