Berita Blitar

Dewan dan Disperindag Cek Kesiapan Relokasi Pedagang Pasar Legi Kota Blitar, Begini Hasilnya

Setelah mengecek lokasi bangunan yang terbakar, Pasar Legi harus dibongkar total dan dibangun ulang.

Dewan dan Disperindag Cek Kesiapan Relokasi Pedagang Pasar Legi Kota Blitar, Begini Hasilnya
surya/samsul hadi
Anggota DPRD Kota Blitar dan Disperindag Kota Blitar saat mengecek kondisi bangunan Pasar Legi yang terbakar, Kamis (6/9/2018). 

SURYA.co.id | BLITAR - Pemkot Blitar berencana merelokasi pedagang Pasar Legi pada tahun ini. Relokasi pedagang ini bagian dari persiapan pembangunan Pasar Legi yang akan dimulai pada 2019.

Untuk memastikan kesiapan pedagang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar bersama DPRD Kota Blitar mengecek ke Pasar Legi, Kamis (6/9/2018). Disperindag dan dewan ingin memastikan kondisi pedagang di Pasar Legi paska terbakar pada 2016 lalu.

"Kebutuhan yang saat ini mendesak salah satunya pembangunan Pasar Legi. Rencananya tahun depan akan dibangun menggunakan APBD. Sekarang kami ingin mengecek kesiapan pedagang untuk relokasi," kata Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto.

Totok mengatakan relokasi pedagang Pasar Legi harus dilakukan tahun ini. Pemkot Blitar sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 880 juta untuk merelokasi pedagang.

Sesuai permintaan pedagang, para pedagang ingin direlokasi di sekitar Pasar Legi.

"Soal tempat relokasi nanti akan kami bahas lagi dengan pedagang dan Disperindag. Termasuk anggaran untuk relokasi itu sudah mencukupi apa belum," ujar Totok.

Menurut Totok, setelah mengecek lokasi bangunan yang terbakar, Pasar Legi harus dibongkar total dan dibangun ulang.

Taksiran awal, anggaran untuk pembangunan Pasar Legi sekitar Rp 50 miliar. Tetapi, setelah melihat kondisi di lapangan, anggaran Rp 50 miliar itu masih kurang untuk membangun Pasar Legi.

"Kami akan minta Pemkot untuk segera membuat kajiannya. Ini untuk memastikan alokasi anggarannya. Kalau kebutuhan anggarannya masih kurang, bisa kami tambah, mumpung sekarang masih pembahasan APBD 2019," katanya.

Sekretaris Disperindag Kota Blitar, Rina Agustiati, menambahkan pihaknya akan menampung semua masukan dari pedagang dan dewan.

Disperindag akan memadukan masukan dari pedagang dan dewan dalam rencana pembangunan Pasar Legi.

"Semua masukan baik dari pedagang maupun dewan kami tampung, nanti akan saya sampaikan ke pimpinan. Prinsip kami dalam pembangunan ini pedagang tetap bisa berjualan dengan nyaman," imbuh Rina.

Sekadar diketahui, Pasar Legi, Kota Blitar, terbakar pada 12 Juni 2016 atau sepekan setelah Lebaran.

Jumlah kios dan los yang terbakar 1.772 unit dari total 2.200 unit. Paska terbakar, aktivitas pasar lumpuh.

Pemkot Blitar baru membangunkan tempat penampungan sementara untuk pedagang Januari 2017. Tempat penampungan sementara berada di areal parkir pasar.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved