Citizen Reporter

Begini Aksi Berani Laskar Sehat

Laskar Sehat melakukan sosialisasi ke kelas-kelas dan aksi one student one tumbler (satu siswa, satu botol minum).

Begini Aksi Berani Laskar Sehat
ist

SMP Islam Sabilillah Malang memiliki Tim Laskar Sehat yang terdiri atas beberapa siswa yang sudah dipilih guru (perawat UKS).

Siswa yang menjadi Laskar Sehat rata-rata adalah anak yang mengikuti ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) atau anak yang non-PMR namun punya semangat untuk menggerakkan teman-temannya untuk hidup dengan pola yang sehat.

Dibentuknya Laskar Sehat adalah untuk menggerakkan teman-temannya agar menjadi siswa yang sehat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberi imbauan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dengan gizi yang seimbang, melakukan pola hidup sehat, olahraga yang teratur, serta menjaga berat badan.

Dengan begitu, siswa tidak lemas apalagi sakit-sakitan. Dengan adanya sistem di sekolah yang sudah full day school, kalau tidak sehat maka akan banyak pelajaran yang tertinggal.

September 2018, Laskar Sehat melakukan sosialisasi ke kelas-kelas dan aksi one student one tumbler (satu siswa, satu botol minum).

Sekolah sudah menyediakan air mineral siap minum yang diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik. Jadi, tidak perlu membeli botol plastik.

Selain itu, Laskar Sehat juga menyarankan untuk membawa bekal untuk sarapan yang sehat dengan menghindari tempat makan yang terbuat dari kertas minyak atau sejenisnya. Mereka mengajak menggunakan kotak makan yang aman.

Selain bermanfaat untuk kesehatan, aksi bawa bekal dengan membawa kotak makan dan tumbler dari rumah, juga dapat membantu untuk mengurangi sampah plastik, sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.

Jika semuanya menggunakan plastik tentunya akan banyak sampah yang menumpuk di sekolah. Dengan adanya aksi bawa kotak makan sendiri akan mengurangi sampah di sekolah.

Anak-anak sudah makan siang dengan menu sehat, dengan gizi seimbang, seharusnya tidak ada anak yang sakit. Kalau ada yang sakit, berarti ada masalah, salah satunya dengan penggunaan tempat makan yang berbahaya.

Khusnul, ahli gizi di sekolah ikut memantau proses masakan yang dibuat bagian dapur untuk makan siang. Menurutnya, penting sekali untuk menjaga kesehatan, apalagi untuk anak yang masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan.

“Kalau anak tidak mengonsumsi gizi seimbang akan berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangannya. Terlebih lagi untuk anak usia remaja yang mempunyai aktivitas tinggi seperti di sekolah Sabilillah. Kalau zat gizi yang mereka konsumsi lebih rendah daripada yang mereka butuhkan akan menyebabkan keadaan kekurangan energi yang akan berdampak anak kurus, lemas, dan tidak bisa konsentrasi belajar," tuturnya.

Informasi gizi akan dipajang di papan ruang makan agar dapat menambah pengetahuan siswa. Selain itu, Fatia, perawat UKS juga memberikan informasi tentang pola hidup sehat di papan UKS agar anak semakin sadar tentang kesehatan diri.

Fitria Sawardi
Guru SMP Islam Sabilillah Malang
Anggota Forum Lingkar Pena Cabang Malang
fitriasawardi@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved