Berita Kota Batu

13 Warga Afrika Belajar Masak Olahan Daging di Kota Batu, Luangisa Terlihat Kesulitan saat Nguleg 

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu menjadi tempat belajar memasak 13 warga Afrika.

13 Warga Afrika Belajar Masak Olahan Daging di Kota Batu, Luangisa Terlihat Kesulitan saat Nguleg 
SURYAOnline/hayu yudha prabowo
BELAJAR PETERNAKAN - Delegasi negara Afrika belajar pengolahan daging di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP), Kementerian Pertanian RI di Kota Batu, Kamis (6/9/2018). 

SURYA.co.id | BATU - Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu menjadi tempat belajar memasak  13 warga Afrika. Mereka dengan latar belakang berbagai profesi belajar masak olahan daging di BBPP Kota Batu.

Event tersebut dikemas dalam International Training on Processing Technology of Agricultural and Animal Husbandry Product for African Countries : Sharing Best Practise to Archieve SDG’s, Kamis (6/9/2018).

Lima hari ke-13 warga Afrika tersebut akan belajar di BBPP. Mereka terlihat antusias apalagi hari ini, pertama mereka praktek.

Kegiatan ini diikuti 13 orang peserta dari Afrika Selatan, Burkina Faso, Burundi, Ghana, Guinea-Bissau Kenya, Mozambik, Nambia, Nigeria, Sierra Leone, Tanzania dan Zimbabwe.

Yakni praktek mengolah daging di Divisi Pasca Panen Daging dan Pengolahan. Sebelum memulai praktek mengolah daging, mereka terlebih dahulu diperkenalkan dengan alat-alat untuk mengolah daging. Seperti mesin penghancur daging, pisau pemotong daging, mesin pembeku daging.

Namun, mereka sangat antusias saat belajar membuat abon dengan cara manual. Yakni menggunakan uleg-uleg.

Luangisa Emmanuel asal Tanzania mengatakan ia sangat antusias saat menguleg daging. "Ini hal pertama yang saya lakukan saat mengolah daging. Sangat seru sekali," kata dia seusai mengolah daging.

Selain itu, mereka juga melihat bagaimana mengolah daging dengan cara mesin. Menurutnya dan teman-teman mereka yang ikut dalam pelatihan ini, sangat menyenangkan jika mengolah daging menggunakan cara manual.

Saiful Rahman, Panitia Pelaksana mengatakan ini merupakan kegiatan program tahunan. Dikatakannya pelatihan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dalam hal pengolahan tanaman pangan dan hasil ternak. Sehingga peserta dari Afrika ini belajar tentang peternakan dan pangan.

"Selama lima hari kedepan peserta akan memperoleh materi tentang memahami catatan pengalaman industri, produksi daging, proses pembuatan daging, proses pembuatan susu, sistem perternakan," ujar Saiful.

Pelatihan ini diselenggarakan dalam rangka mendukung komitmen Indonesia pada Indonesia-Africa Forum (IAF) yang diadakan di Bali pada bulan April lalu.

"Dipilihnya BBPP ini karena selain karena kerjasama, juga kami menyajikan olahan daging dengan berbagai varian. Seperti bakso, abon. Tidak hanya itu, ada juga olahan yoghurt, mozarella, dan keju," imbuhnya.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved