Berita Tulungagung

Serangan Hama Wereng Sebabkan Serapan Beras Bulog Tulungagung Anjlok

Serapan gabah Bulog Sub Divisi Regionel Tulungagung mengalami penurunan drastis, selama Juli hingga Septermber 2018.

Serangan Hama Wereng Sebabkan Serapan Beras Bulog Tulungagung Anjlok
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Lahan pertanian yang rusak diserang wereng. 

Total serapan beras Bulog pada triwulan ketiga ini mencapai 18.965 ton.

Angka ini setara 53.5 persen dari target serapan beras tahun 2018, sebesar 35.500 ton beras.

“Di sisa waktu tahun 2018, kami akan optimalkan serapan melalui Satgas pengadaan. Ada lima Satgas pengadaan yang ada di Tulungagung, Blitar dan Trenggalek,” tutur Ria.

Untuk menyerap hasil panen petani, gabah dibeli oleh Mitra Bulog dalam bentuk gabah.

Mitra Bulog yang kemudian mengolah dan dibeli oleh Bulog dalam bentuk beras.

Untuk memenuhi target, Mitra Bulog dibebani 40 persen dari sisa kekurangan dan Bulog 60 persen bagian.

Di lima gudang Bulog Subdivre Tulungagung saat ini ada sekitar 9.075 ton beras.

Jumlah ini cukup untuk 17 bulan, termasuk untuk penyaluran Bansos.

Informasi dari petani, serapan beras Bulog yang rendah tidak lepas dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan.

HPP dianggap terlalu rendah dibanding harga pembelian para tengkulak.

HPP Bulog sebesar Rp 8.030 per kilogram untuk beras medium, sedangkan tengkulak membeli beras petani dengan harga Rp 8.600 hingga Rp 8.700 per kilogram.

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved