Ekonomi Bisnis

Rupiah Merosot, Begini Ajakan Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti

La Nyalla Mattalitti ajak semua pihak melupakan urusan politik Pilpres dan saling bantu demi menyelamatkan rupiah yang terus merosot

Rupiah Merosot, Begini Ajakan Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti
surya/sri handi lestari
Ketua Kadin La Nyalla Mahmud Mattalitti. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti, mengajak semua pihak untuk sejenak melupakan urusan politik menuju pemilihan presiden (Pilpres) dan saling bantu demi menyelamatkan rupiah yang terus merosot.

”Pertama, saya sampaikan, rupiah ini harus kita jaga. Kalau terus anjlok, bisa runyam ekonomi kita. Maka mari saling bantu. Lupakan dulu Anda pendukung Jokowi dua peridode atau pendukung ganti presiden,” ujar La Nyalla Mattalitti, Rabu (5/9/2018).

Selanjutnya beberapa hal yang bisa dilakukan untuk ikut menjaga rupiah. Misalnya, bagi masyarakat dan dunia usaha yang masih menyimpan dolar AS, segera dikonversi ke rupiah.

”Jadi tidak hanya devisa hasil ekspornya dibawa ke Indonesia, tapi sudah harus dikonversi ke rupiah. Kita juga minta pengusaha untuk lakukan lindung nilai (hedging) saat bertansaksi valas. Saya sampaikan ke teman-teman pengusaha, yang tidak buru-buru butuh dolar AS, jangan panik beli sekarang, pakai saja fasilitas swap BI. Faktor psikologi di pasar seperti ini perlu kita jaga,” ungkapnya.

La Nyalla Mattalitti juga mengimbau masyarakat untuk menunda membeli beragam perangkat elektronik yang komponennya masih impor.

”Ini agar neraca kita tidak semakin defisit, yang artinya kita keluarkan dolar lebih banyak daripada menerima dolar. Juga kurangi belanja produk-produk konsumtif di merchant-merchant milik asing karena hasilnya nanti capital outflight, dolar AS terbang ke luar negeri,” ujar pengusaha yang bergerak di sektor konstruksi tersebut.

La Nyalla Mattalitti juga mengajak untuk intens menggunakan transportasi publik yang bisa menekan konsumsi BBM. Indonesia masih impor minyak sekitar 400.000 barel per hari.

"Dan itu butuh dolar AS. Mei lalu, impor migas kita 2,81 miliar dolar AS. Angka yang besar. Kalau kita ramai-ramai naik transportasi publik, konsumsi BBM berkurang, kita bantu Pertamina dan negara ini,” jelasnya.

Hal sederhana lain yang bisa dilakukan untuk ikut menjaga rupiah adalah menunda liburan ke luar negeri.

"Yang ingin liburan ke luar negeri, ya ditunda dululah, menunggu gejolak kurs mereda. Intinya, kita jaga jangan sampai permintaan terhadap dolar AS terus naik. Ya liburan saja di dalam negeri, semuanya indah kok, dari Gunung Bromo, Kawah Ijen, Kota Batu, sampai pantai-pantai di Pacitan,” tandas La Nyalla Mattalitti.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved