Berita Malang Raya

PDI-P Kota Malang Siapkan 9 Nama ini Gantikan Anggota Dewan Jadi Tersangka KPK

Nama-nama tersebut diumumkan secara resmi di kantor DPC PDI-P Kota Malang di jl Panji Suroso, No.5C, Polowijen, Blimbing pada Rabu (5/9/2018).

PDI-P Kota Malang Siapkan 9 Nama ini Gantikan Anggota Dewan Jadi Tersangka KPK
surya/hayu yudha prabowo
GERAK CEPAT - Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Sri Untari (tengah) bersama Pengurus DPC PDIP Kota Malang dan delapan dari sembilan orang yang diajukan DPC PDIP Kota Malang dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kota Malang berfoto bersama di Kantor DPC PDIP, Kota Malang, Rabu (5/9/2018). DPC PDIP Kota Malang menyiapkan sembilan orang untuk menggantikan anggota DPRD Kota Malang yang terjerat kasus korupsi Suap Pembahasan APBD perubahan Kota Malang Tahun 2015. 

SURYA.co.id | MALANG - PDI-P bergerak cepat dengan menyiapkan 9 nama pengganti antarwaktu (PAW) untuk 9 anggota DPRD Kota Malang yang tersangkut kasus korupsi.

Nama-nama tersebut diumumkan secara resmi di kantor DPC PDI-P Kota Malang di jl Panji Suroso, No.5C, Polowijen, Blimbing pada Rabu (5/9/2018).

Munculnya sembilan nama PAW tersebut upaya PDI-P untuk merespons kekosongan yang ada di gedung dewan kota Malang. Sebab, saat ini hanya tersisa lima orang saja anggota DPRD yang tersisa setelah 41 lainnya tersangkut kasus suap APBD-P 2015.

Pengumuman 9 nama PAW tersebut juga disaksikan langsung oleh Sekertaris DPD PDI-P Provinsi Jatim, Sri Untari. Dalam pernyataanya Sri Untari menyebut bahwa percepatan yang dilakukan oleh PDI-P itu sudah sesuai dengan instruksi dari DPP PDI-P untuk segera mengisi kekosongan anggota dewan.

Tidak hanya itu saja, para kader PDI-P yang tersangkut kasus korupsi tersebut juga saat ini sudah resmi dipecat dari keanggotaan. Pasalnya hal itu sudah melanggar peraturan yang sudah ditetapkan partai.

"Hari ini kami menerima surat instruksi dari DPP PDI-P untuk segera melakukan tindakan-tindakan kongkret untuk menyelesaikan permasalahan ini. Ada lima hal yang menjadi instruksi dari DPP pusat untuk DPD maupun DPC," ucap Untari, Rabu (5/9/2018).

Adapun lima hal yang tercantum dalam surat dari DPP PDI-P tersebut adalah segera memberhentikan kader yang tersangkut kasus. Kemudian segera menyiapkan pengganti antar waktu (PAW), lalu melakukan pergantian jika anggota DPRD yang tersangkut kasus kembali mencalonkan diri sebagai bacaleg. Juga untuk selalu mengingatkan agar para penggantinya tidak mengulang apa yang sudah terjadi sebelumnya.

"Merespon instruksi tersebut kami langsung bergerak cepat. Salah satunya adalah langsung menyiapkan 9 nama sebagai PAW untuk anggota DPRD yang terkena kasus," imbuhnya.

Sebelumnya DPC PDI-P Kota Malang memang sudah mengajukan 4 nama sebagai PAW. Empat nama tersebut adalah Retno Marsudi menggantikan Arief Wicaksono, Bambang menggantikan Abdul Hakim, Luluk menggantikan Suprapto dan Heri Susanto menggantikan Tri Yudiani.

Namun, karena adanya diskresi yang diberikan oleh Kemendagri kepada Kota Malang, maka DPC PDI-P Kota Malang juga melakukan percepatan untuk PAW. Sehingga, DPC PDI-P kembali mengajukan lima nama untuk menjadi PAW lima kader PDI-P yang tersangkut kasus korupsi.

Lima nama tersebut adalah Usman Hadi menggantikan Hadi Susanto, Yosana menggantikan Teguh Mulyono, Sutikno menggantikan Arief Hermanto, Sugiono menggantikan Erni Farida dan Edi Hermanto menggantikan Diana Yanti. Nama-nama tersebut disiapkan sebagai PAW dari DPC PDI-P kota Malang menyusul empat nama sebelumnya.

"Hari ini ada pertemuan antara pejabat tinggi kota Malang dengan gubernur Jatim. Hasilnya keputusanya adalah kota Malang mendapat diskresi percepatan untuk PAW. Hari Senin nanti akan ada pelantikan untuk PAW," tutup Sri Untari.

 Daftar nama PAW DPC PDI-P

1. Retno Marsudi menggantikan Arief Wicaksono
2. Bambang menggantikan Abdul Hakim
3. Luluk menggantikan Suprapto
4. Heri Susanto menggantikan Tri Yudiani
5. Usman Hadi menggantikan Hadi Susanto
6. Yosana menggantikan Teguh Mulyono
7. Sutikno menggantikan Arief Hermanto
8. Sugiono menggantikan Erni Farida
9. Edi Hermanto menggantikan Diana Yanti

Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved