Berita Jember

Khofifah Beber Angka Kemiskinan dan AKI Kabupaten Jember di Unej

Khofifah menegaskan persoalan kemiskinan berkaitan dengan persoalan kesehatan, termasuk AKI.

Khofifah Beber Angka Kemiskinan dan AKI Kabupaten Jember di Unej
surya/sri wahyunik
Khofifah Indar Parawansa saat menjadi pembicara di acara Inspiring Lecture Series Studium General di Gedung Soetardjo Universitas Jember (Unej), Selasa (4/8/2018). 

SURYA.co.id | JEMBER - Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa menyebut Kabupaten Jember menempati rangking kedua angka kemiskinan pedesaan di Jawa Timur.

Tidak hanya angka kemiskinan, Kabupaten Jember juga menempati rangking kedua untuk angka kematian ibu (AKI).

Kedua persoalan ini dipaparkan oleh Khofifah saat menjadi pembicara di acara Inspiring Lecture Series Studium General di Gedung Soetardjo Universitas Jember (Unej), Selasa (4/9/2018).

Khofifah mengacu data dari Badan Pusat statistik (BPS), angka kemiskinan pedesaan di Jawa Timur tertinggi berada di Kabupaten Malang mencapai sekitar 283.960 jiwa (BPS - 2018).

"Sedangkan angka kemiskinan tertinggi kedua setelah Kabupaten Malang adalah kota tempat kita berada saat ini yakni Kabupaten Jember," ujar Khofifah.

Merujuk angka yang dibeberkan Khofifah, angka kemiskinan di Kabupaten Jember di angka 266.900 jiwa. Khofifah lantas juga menyebut AKI di Kabupaten Jember kedua tertinggi di Surabaya.

"Kota surabaya tercatat tertinggi (37 kasus), setelah ditelusuri ternyata dari luar daerah dan dibawa ke Surabaya, kemudian meninggal dalam perawatan. Sehingga tercatat sebagai kasus di Surabaya. Jika data itu dikeluarkan maka, yang tertinggi adalah Jember (33 kasus)," tegasnya.

Khofifah menegaskan persoalan kemiskinan berkaitan dengan persoalan kesehatan, termasuk AKI. Karenanya, pengentasan kemiskinan ini menjadi salah satu prioritasnya dalam membuat kebijakan publik saat menjadi Gubernur Jawa Timur tadi.

Menurutnya, pengentasan kemiskinan tidak hanya bisa dilakukan oleh pemangku kebijakan.

"Tetapi juga oleh private sektor, juga perguruan tinggi. Ketika berbicara tentang Besuki Raya, tentunya memiliki potensi luar biasa, dan Universitas Jember bisa menjadi lokomotif untuk pengentasan kemiskinan itu," tegas Khofifah.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help