Berita Surabaya

Jokowi dan Prabowo Kunjungi Jatim di Hari yang Sama, Pengamat Sarankan Keduanya Bertemu

Jokowi dan Prabowo akan berkunjung ke Jatim di hari yang sama. Pengamat menyarankan agar keduanya bertemu dan membahas masalah bangsa bersama.

Jokowi dan Prabowo Kunjungi Jatim di Hari yang Sama, Pengamat Sarankan Keduanya Bertemu
ist/kompas.com
Jokowi dan Prabowo berpelukan setelah menyaksikan final Pencak Silat Asian Games 2018. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kedatangan bakal calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto ke Jawa Timur secara bersamaan, Kamis (6/9/2019) turut ditanggapi oleh pengamat ekonomi politik Surabaya.

Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Airlangga, Rudi Purwono mengatakan, kunjungan dua tokoh politik nasional menunjukkan betapa strategisnya persaingan di Jawa Timur.

Sebab jika dilihat dari jumlah penduduk, Jawa Timur penduduknya terbesar kedua setelah Jawa Barat. Yang tentunya juga akan berimplikasi pada jumlah pemilih dalam pilpres 2019 mendatang.

"Begitu juga jika ditinjau secara potensi ekonomi di Jawa Timur. Potensi ekonominya sangat besar di Jawa Timur. Kontribusi ekonomi nasional terbesar memang di Jakarta yaitu sebesar 16,2 persen. Sedangkan Jawa Timur operasionalnya menyumbang sebesar 14,8 persen," kata Rudi.

Dengan kondisi ini maka tidak salah jika kedua tokoh politik tersebut menganggap adalah sebuah keharusan berkunjung ke Jawa Timur. Termasuk apakah memang disetting bersamaan atau secara kebetulan di waktu yang sama datang ke Jawa Timur.

Selain itu, aktor ketiga yang menjadikan Jatim strategis adalah banyaknya tokoh di Jawa Timur. Mulai dari tokoh budaya, tokoh sejarah, tokoh pahlawan, serta tokoh agama yang tentunya butuh untuk didekati oleh kedua bakal calon presiden mendatang.

Rudi mengatakan, selagi keduanya berada di Jawa Timur, akan lebih baik jika keduanya bertemu dan membicarakan tentang masalah bangsa dan ekonomi nasional. Sehingga tidak terkesan ke Jawa Timur hanya untuk merebut suara dan meningkatkan elektabilitas.

"Seandainya mereka bertemu untuk membicarakan kepentingan bangsa itu akan jauh lebih baik sehingga mereka bersama-sama mengatasi problem nasional. Meskipun Sebenarnya kalau saya melihat menurunnya nilai tukar Rupiah ini lebih banyak diakibatkan oleh faktor eksternal," ucapnya.

Lebih lanjut Rudi menyampaikan bahwa kedatangan Jokowi ke Jawa Timur lebih pada perannya sebagai presiden sangat wajar jika dia keliling ke sejumlah daerah. Karena memang salah satu yang harus diperhatikan dari seorang presiden adalah melihat ke lapangan secara langsung

Saat ditanya apakah kedatangan keduanya akan berpengaruh besar pada electoral mereka Rudi mengatakan bahwa masing-masing baik Prabowo maupun Jokowi memiliki pemilih yang solid.

"Secara kultur Jawa Timur ini adalah wilayah basisnya dari Jokowi dan Kiai Ma'ruf. Bagi Pak Prabowo setelah mendeklarasikan diri dan mendaftar sebagai bakal calon presiden maka ini seperti memperkenalkan diri," katanya.

Namun menurut Rudi elektabilitas keduanya masih terbuka dan belum stabil. Terlebih Jawa Timur juga banyak terdapat masyarakat perkotaan sehingga masa kampanye menjadi faktor penentu. Bagaimana kedua calon akan menawarkan visi misi misi mereka.

Dalam konteks bagaimana mereka bisa menyejahterakan masyarakat secara adil. Menurut Rudi itu akan bisa dijadikan acuan bagi pemilih untuk menentukan pilihannya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help