Berita Lamongan

Jaksa Tahan Kadis Kominfo Lamongan atas Kasus Korupsi, EN Awalnya Dipanggil sebagai Saksi

Penyidik sebelumnya telah memeriksa sebanyak 14 saksi di antaranya dari Dinas Kominfo, perusahaan telekomunikasi, dan bank.

Jaksa Tahan Kadis Kominfo Lamongan atas Kasus Korupsi, EN Awalnya Dipanggil sebagai Saksi
wikipedia
ILUSTRASI KORUPTOR 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Setelah diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Lamongan Jawa Timur langsung ditahan dan dititipkan di Lapas Lamongan oleh Kejaksaan Negeri, Rabu (5/9).

Sebelum menetapkan EN sebagai tersangka, penyidik telah memeriksa sebanyak 14 saksi di antaranya dari Dinas Kominfo, sebuah perusahaan telekomunikasi dan salah satu bank.

Pemeriksaan terhadap para saksi itu atas dugaan korupsi pengembalian dana dari perusahaan telekomunikasi yang harusnya masuk kas daerah, namun masuk rekening dinas dan pemanfaatannya yang diungkap penyidik.

Kepala Dinas Kominfo, EN pada awalnya dimintai keterangan sebagai saksi, namun penyidik mengakui telah memiliki dua barang bukti yang dinilai cukup untuk menetapkan EN sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.

"Status tersangka kami ambil, setelah dua barang bukti diperoleh," kata Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Yugo Susandi, Rabu (5/9/2018).

Yugo menambahkan, dua alat bukti itu berupa keterangan para saksi dan berupa surat-surat penting yang ada keterkaitan dengan perkara yang di sangkakan.

Dua alat bukti itu terdiri dari keterangan 14 saksi, terdiri dari staf Dinas Kominfo, perusahaan telekomunikasi dan dari bank.

"Barang bukti kedua, berupa surat-surat" ungkapnya.

Penahanan terhadap EN, menurut Yugo untuk menghindari segala kemungkinan terjelek, termasuk menghilangkan barang bukti.

Dalam kasus ini, diduga ada kerugian negara Rp 150 juta, yakni uang pengembalian dari sebuah perusahaan telokumikasi medium 2015-2016.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help