Berita Surabaya

Data Polri Ungkap Pengendara Motor Dominasi Kecelakaan Lalu Lintas, Usia Produktif Korbannya

Kecelakaan lalu lintas didominasi kendaraan bermotor. Jumlahnya mencapai 65 persen dengan pengendara di usia produktif.

Data Polri Ungkap Pengendara Motor Dominasi Kecelakaan Lalu Lintas, Usia Produktif Korbannya
surabaya.tribunnews.com/samsul hadi
Polisi dibantu warga mengevakuasi tubuh pelajar korban kecelakaan di Jl Raya Blitar-Kediri, Desa Bendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Senin (6/8/2018) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berdasarkan data Polri, kecelakaan lalu lintas didominasi kendaraan bermotor.

Jumlahnya mencapai 65 persen dengan pengendara di usia produktif.

Pujiyono Dulrachman, Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri menegaskan kecelakaan lalu lintas biasanya terjadi pada pengendara usia 15 hingga 30 tahun.

"Penyebabnya biasanya karena etika berkendara yang kurang, makanya perlu edukasi lebih lanjut pada masyarakat di usia produktif," urainya dalam pembukaan Police and Jasa Raharja Goes to Campus di Airlangga Convention Center, Rabu (5/9/2018).

Ia mengungkapkan kecelakaan lalu lintas adalah salah satu penyakit terbesar Indonesia.

Sehingga edukasi yang digelar ini diharapkan bisa menjadikan keselamatan sebagai salah satu prinsip dasar dalam penyelenggaraan transportasi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan, Budi Setiadi menambahkan tingkat kesadaran berlalu lintas yang baik dan benar, belum menjadi budaya masyarakat di Indonesia.

"Masih banyak ditemui pengendara kendaraan bermotor yang tidak tertib dan bersikap tidak peduli terhadap keselamatan dirinya apalagi orang lain,"

Direktur Jenderal Perhubungan Darat  Kementerian Perhubungan, Budi Setiadi (kanan) saat membuka Police and Jasa Raharja Goes to Campus di Airlangga Convention Center, Rabu (5/9/2018).
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiadi (kanan) saat membuka Police and Jasa Raharja Goes to Campus di Airlangga Convention Center, Rabu (5/9/2018). (surya/sulvi sofiana)

urainya.

Hal ini dinilai memprihatinkan, mengingat tingkat kecelakaan lalu lintas di Indonesia, korbanya masih didominasi oleh mereka yang berusia produktif.

Untuk itu, meningkatkan kesadaran berlalu lintas untuk menekan angka kecelakaan di jalan harus terus dilakukan.

Ia menyebutkan, perubahan pola pikir dalam membangun kesadaran berlalu lintas, bisa dilakukan pada mahasiswa yang jadi corong perubahan negara.

"Mahasiswa sebagai agent of change diharapkan bisa membawa perubahan dan pahlawan keselamatan. Untuk itu, acara semacam ini bisa jadi salah satu format acara yang bisa juga diikuti di daerah lain," pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved