Malang Raya

Stres Jadi Tersangka KPK, Darah Tinggi Anggota DPRD Kota Malang Ini Kambuh

Anggota DPRD Kota Malang, Afdhal Fauza syok hingga sulit tidur setelah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi oleh KPK.

Stres Jadi Tersangka KPK, Darah Tinggi Anggota DPRD Kota Malang Ini Kambuh
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Tersangka kasus gratifikasi DPRD Kota Malang menggunakan rompi oranye usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Senin (3/9/2018). KPK menetapkan status tersangka kepada 22 anggota DPRD Kota Malang sebagai bagian dari pengembangan penyidikan dalam perkara dugaan suap pembahasan APBD-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

SURYA.co.id | JAKARTA - Anggota DPRD Kota Malang asal Partai Hanura, Afdhal Fauza masih syok hingga sulit tidur setelah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bahkan, Afdhal tak banyak bicara saat dikunjungi pengacaranya di di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2018).

Afdhal adalah satu dari 22 anggota DPRD Kota Malang yang ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan oleh KPK karena dugaan menerima suap dan gratifikasi pada Senin (3/9/2018).

Pengacara Afdhal Fauza, Imam Muslih mengatakan kliennya dalam masa penyembuhan setelah mengalami tekanan darah tinggi pascaditetapkan sebagai tersangka.

Kondisi kesehatan kliennya diperparah karena Afdhal terus kepikiran dengan nasibnya hingga tidak bisa tidur saat perjalanan dari Malang ke Jakarta hingga ketika pemeriksaan di Gedung KPK selesai.

"Dia tidak bisa tidur semalaman. Jadi memang tinggi tekanan darahnya itu sampai 170. Kemudian tim dokter bilang harus dibawa ke rumah sakit," ungkap Imam Muslih.

Imam Muslih menjelaskan kliennya sudah menduga bakal ditahan oleh KPK pada panggilan pemeriksaan pertama seb agai tersangka. Karena penetapan tersangka anggota DPRD Kota Malang dilakukan bersamaan.

Oleh karena itu, Afdhal sengaja berpamitan dengan istri dan anak-anaknya saat berangkat dari Malang ke Jakarta untuk memenuhi panggilan pemeriksaan dari KPK.

Apalagi, Afdhal Fauza bersama dengan 21 anggota dewan lainnya kompak datang ke Jakarta secara bersamaan.

"Kemarin di bandara itu ada istri dan anak-anaknya juga. Mereka sudah tahu bahwa akan ditinggal. Pak Afdhal Fauza juga sudah beritahu kemungkinan besar untuk ditahan," ucapnya.

Dijelaskan Imam, dalam waktu dekat, keluarga Afdhal Fauza akan datang ke Jakarta untuk membesuk Afdhal jika pihak KPK telah memberikan izin kunjungan kepada tahanan barunya itu.

Anggota DPRD Malang lainnya, Syamsul Fajrih usai diperiksa KPK pada Senin (3/9/2018) malam mengatakan bersama rekan-rekannya sudah siap membawa pakaian secukupnya untuk ditahan.

"Sudah, kita sudah siapkan semuanya. Teman-teman juga bawa koper banyak tuh di belakang," imbuh Syamsul Fajrih.

Syamsul Fajrih menyerahkan proses hukum kepada KPK dan siap melakukan pembelaan saat persidangan dimulai. "Nanti lah kita ketemu lagi di persidangan," kata dia.

Editor: Iksan Fauzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved