Berita Mojokerto

Sejoli yang Gugurkan Bayinya di Mojokerto Akhirnya Menikah di Tahanan. Suasananya Mengharukan

Pasangan yang menggugurkan bayinya di Tretes, Mojokerto, akhirnya menikah di tahanan. Suasana ijab kabul pun penuh isak tangis mengharukan.

Sejoli yang Gugurkan Bayinya di Mojokerto Akhirnya Menikah di Tahanan. Suasananya Mengharukan
surabaya.tribunnews.com/danendra kusumawardana
Cicik pingsan sebelum ijab kabul di Masjid Polres Mojokerto. Perempuan itu akhirnya dinikahkan dengan kekasihnya yang juga ditahan karena menggugurkan bayi mereka. 

Prosesi sakral ijab kabul antara Dimas dan Cicik juga disaksikan oleh Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simartama. Ia mengatakan, permohonan pernikahan dikabulkan atas dasar pertimbangan kemanusiaan dan masa depan kedua tersangka.

"Hal ini juga kami sepakati bersama dengan keluarga besar kedua-duanya," kata Leo.

Baca: Reka Ulang, Sejoli yang Masukkan Bayinya ke Jok Motor Hingga Tewas Malu dan Menutupi Wajah

Leo berharap, agar pernikahan ini dijadikan penebusan agar mereka bersungguh-sungguh menyesali perbuatannya dan membangun sebuah bahtera keluarga yang kokoh meski masih menjalani masa hukuman.

Kapolres juga memberikan ucapan selamat dan doa bagi keduanya.

"Semoga menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Selain itu juga keduanya diberikan umur, rejeki dan kehidupan yang barokah meski proses hukum keduanya tetap dilaksanakan," terangnya.

Sementara itu, Penasehat hukum keluarga, Holil Askohar menjelaskan bahwa, sebetulnya mereka ingin segera menikah. Hanya saja, menanti Cicik menuntaskan kewajibannya menyelesaikan kuliah terlebih dahulu.

"Mulai dua tahun mereka punya hubungan dan sudah ada keinginan untuk menikah. Kedua keluarga sebenarnya menyetujui dengan hubungan Dimas dan Cicik. Didalam hati Keduanya, mereka tidak ingin atau tak ada niatan untuk berbuat jelek," jelasnya.

Holil melanjutkan, kedua kliennya berniat untuk menyelamatkan bayi. Tetapi disisi lain, Dimas tak tega dan panik melihat Cicik nifas.

"Keduanya ingin menyelamatkan bayinya, mereka ingin membawa ke puskesmas namun karena suaminya belum ada pengalaman menangani proses lahiran. Sehingga dia menaruh di jok. Tak tahunya sirkulasi udara di dalam membuat bayi tak dapat bernafas sempurna. Sebenarnya mereka sangat sayang kepada bayinya," pungkasnya.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help