Berita Blitar

Sarana dan Tenaga di Blitar Masih Belum Mendukung untuk Sekolah Inklusif

Meski ada niat, namun belum semua sekolah di Kota Blitar sanggup melayani siswa berkebutuhan khusus atau inklusif.

Sarana dan Tenaga di Blitar Masih Belum Mendukung untuk Sekolah Inklusif
surabaya.tribunnews.com/samsul hadi
Satriya (7), siswa berkebutuhan khusus di SDN Kepanjenlor 3, Kota Blitar, sedang mengikuti belajar mengajar di kelas sambil duduk di kursi roda, Selasa (4/9/2018). 

SURYA.co.id | BLITAR  - Duduk di kursi roda, Satriya (7), terlihat membaca buku pelajaran di ruang kelas 1 SDN Kepanjenlor 3, Kota Blitar, Selasa (4/9/2018). Siswa berkebutuhan khusus itu sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolahnya.

Seorang perempuan berdiri di samping kursi roda Satriya. Perempuan itu merupakan pendamping yang membantu menyiapkan kebutuhan belajar Satriya di kelas.

"Ada tiga anak berkebutuhan khusus di kelas 1, tapi yang dua tidak masuk," kata Titim Fatmawati, perempuan yang mendampingi anak berkebutuhan khusus di SDN Kepanjenlor 3.

SDN Kepanjenlor 3 memang ditunjuk Dinas Pendidikan Kota Blitar sebagai sekolah reguler yang membuka layanan inklusi. Secara keseluruhan ada 10 anak berkebutuhan khusus yang belajar di sekolah itu dan salah satunya Satriya.

Tetapi, mulai tahun 2018 ini, Dinas Pendidikan meminta semua sekolah negeri di Kota Blitar untuk menerima anak berkebutuhan khusus. Kebijakan itu untuk memberi kesempatan yang luas bagi anak berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan.

Kepala SDN Kepanjenlor 3, Sunarti mengatakan memang tidak semua sekolah mau menerima anak berkebutuhan khusus. Alasannya, sekolah khawatir tidak mendapat siswa kalau menerima anak berkebutuhan khusus. Menurut Sunarti, anggapan itu tidak benar.

"Buktinya, penerimaan siswa baru tahun ini, ada 32 siswa yang mendaftar di sekolah kami. Padahal jumlah rombelnya hanya 28 siswa," kata Sunarti.

Tetapi, Sunarti masih membatasi jumlah penerimaan siswa berkebutuhan khusus. Alasannya, fasilitas sekolah dan guru masih belum mendukung untuk layanan inklusi. Guru di SDN Kepanjenlor 3 belum ada yang mendapat pelatihan soal layanan inklusi.

Fasilitas di sekolah juga belum mendukung aktivitas anak berkebutuhan khusus. Misalnya, akses masuk ke ruang kelas masih berupa tangga. Bagi siswa berkebutuhan khusus yang memakai kursi roda kesulitan masuk ruang kelas.

Pihak sekolah memasang papan kayu untuk memudahkan kursi roda masuk ruang kelas.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved