Berita Surabaya

Pemalsu Beras Premium di Surabaya Ajukan Penangguhan Penahanan, Polda Jatim Pikir-pikir

Polda Jatim masih akan mempertimbangkan permohonan penangguhan penahanan yang diajukan tersangka pemalsuan beras premium.

Pemalsu Beras Premium di Surabaya Ajukan Penangguhan Penahanan, Polda Jatim Pikir-pikir
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Polisi menunjukkan membeberkan barang bukti puluhan ton beras merek palsu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Harianto, tersangka pemalsuan beras merek premium akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada penyidik Subdit I Tipid Indagsi (Industri Perdagangan) Ditreskrimsus Polda Jatim.

Polda Jatim sebelumnya telah menerima berkas dari kuasa hukum tersangka mengenai penangguhan penahanan.

Kasubdit I Indagsi (Industri Perdagangan) Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rama Samtama Putra pun membenarkan terkait adanya permintaan penangguhan penahanan tersebut. 

Meski demikian, kata Rama, penyidik masih akan mengkaji ulang permohonan tersebut. 

"Iya benar, tersangka mengajukan penangguhan penahanan itupun kami belum bisa memastikan hasilnya seperti apa karena saat ini masih dalam proses," ujarnya saat dihubungi Surya di Mapolda Jatim Selasa (4/9/2018).

Baca: Pengendara Honda Jazz dan Pikap Adu Jotos di Simo Kalangan Surabaya. Sebabnya Sepele

Rama mengatakan penyidik masih akan membuat saran dan pendapat terhadap penangguhan penahanan tersangka yang akan disampaikan kepada pimpinannya.

"Penangguhan penahanan sesuai aturan yang berlaku bisa dilakukan selama 20 hari hingga bisa diperpanjang hingga 40 kedepan," ucapnya.

Penyidik Polda Jatim menerapkan pasal berlapis untuk menjerat tersangka meliputi, Pasal 100 ayat (1) atau ayat (2) No 20 tahun 2016 tentang Merek dengan ancaman pidana  penjara 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 2.000.000.000.

Pasal 102 Undang-Undang No 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dengan ancaman pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp200.000.000, serta Pasal 144 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak Rp 6.000.000.000.

Pasal 62 Ayat (1) Jo Pasal 8 Ayat (1) Huruf e Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen ancaman pidana penjara maksimal lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000.

Baca: Pemalsuan Beras Premium, Polda Jatim : Sudah Disita dan Tak Ada Lagi di Pasaran

Sebelumnya, penyidik Subdit I Tipid Indagsi (Industri Perdagangan) menangkap tersangka Harianto terkait kasus beras premium merek palsu.

Polda Jatim menyita 13 ton beras kwalitas medium bahan baku untuk memalsukan menjadi beras premium merek MRI (Mentari)
di dalam gudang Kedung Kandang Kota Malang.

Tersangka diduga memalsukan 9 jenis beras premium merek palsu yang dijualnya di tokonya telah beredar di kawasan Jawa Timur.

Pemalsuan beras merek premium ini telah dijalankan tersangka selama satu tahun.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help