Jelang Pilpres 2019

Ma'ruf Amin Kunjungi Kiai Spiritual Prabowo, Pengamat: Beliau Ingin Bangun Jaringan Ketokohan

Kiai Ghofur juga merupakan guru spritual Ketua Umum Gerindra yang sekaligus bacapres rival Joko Widodo dan Kiai Ma'ruf, Prabowo Subianto.

Ma'ruf Amin Kunjungi Kiai Spiritual Prabowo, Pengamat: Beliau Ingin Bangun Jaringan Ketokohan
surya/bobby constantine koloway
Petrus Hariyanto, CEO Lembaga Riset IT Research Politic Consultant (iPOL) Indonesia. 

Selain itu, sebagai basis kemenangan Jokowi di pemilu lalu, Jatim juga dinilai sebagai wilayah prioritas yang wajib dimenangkan.

Apalagi, Jatim merupakan wilayah dengan basis Nahdlatul Ulama dan Pesantren serta kiai yang cukup kuat.

"Hal ini yang membuat sosok kiai sangat penting untuk mengunci kemenangan sejak awal," jelasnya.

Sehingga, wajar apabila kiai Ma'ruf Amin turun terlebih dahulu dibanding Jokowi.

Pada intinya, Kiai Ma'Ma'ruf ingin membuktikan bahwa mesin Jawa Timur dengan kekuatan ulama dan jaringan pensantren dapat dikapitalisasi menjadi suara.

"Kekuatan kapitalisasi ulama itu memang besar di Jawa Timur dengan ditambah di Banten dan Jawa Barat. Dengan adanya peran kiai, akan ada mesin pemenangan berbasis pesantren," katanya.

"Sehingga, bukan sekedar mengandalkan Jokowi effect," ujarnya.

Pasca kunjungan Kiai Ma'ruf tersebut selanjutnya menjadi tanggung jawab tim relawan.

"Apalagi dengan maksudnya Kiai Ma'ruf Amin memunculkan mesin politik yang berbeda. Ada kekuatan kiai yang dibangun di dalam gerakan kali ini bukan sekedar massa pendukung Jokowi," ujarnya.

Selain itu, kunjungan ini tidak ada hubungannya dengan ziarah yang akan dilakukan Prabowo pertengahan pekan ini.

Untuk diketahui, Prabowo akan berziarah ke beberapa makam pendiri NU pada Kamis dan Jumat (6-7/9/2018) mendatang.

"Tidak ada hubungannya. Sebab, bicara di level provinsi tidak akan terlalu signifikan. Saat ini lebih berfokus pada masing-masing figur dalam membangun mesin pemenangan yang riil," urainya.

"Riil yang dimaksud adalah jaringan ketokohan. Bukan mesin relawan," pungkasnya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved