Persebaya Surabaya

Cerita Aisha Putri Ibrahim, Bonita Cantik Berdarah Makassar Jatuh Cinta ke Persebaya

Persebaya dan bonek menjadi salah satu ikon penting dalam sepakbola Indonesia, karena adanya Persebaya serta bonek memberi warna tersendiri.

Cerita Aisha Putri Ibrahim, Bonita Cantik Berdarah Makassar Jatuh Cinta ke Persebaya
Istimewa
Aisha Putri Ibrahim 

SURYA.co.id | SURABAYA - Aisha Putri Ibrahim, bonek wanita (bonita) cantik berdarah Makassar ini mencintai Persebaya Surabaya sejak pandangan pertama.

Memilih Persebaya sebagai tim kebangganya dari kecil hingga sekarang. Gadis kelahiran Jakarta 14 April 2001 yang tinggal di Manukan, Surabaya ini menceritakan bagaimana awal dirinya mengenal Persebaya.

Bermula dari televisi, Aisha diperkenalkan sang kakak pada tim asal Surabaya ini. Dari situ Aisha mulai tertarik, dan puncaknya dia dapat menyaksikan langsung Persebaya berlaga.

Hal itu membuat Aisha terpana dan takjub karena menyaksikan Persebaya berlaga melawan PSIM di Liga 2 2017, menjadi pertandingan pertamanya.

"Ditanya soal Persebaya, segalanya yang ada di sana menarik. Salah satunya mendukung langsung kebanggaan orang Surabaya yang bahkan aku sendiri bukan asli orang Surabaya dan tim ini jadi tim pertama yang saya tonton secara langsung di stadion," kata Aisha Putri Ibrahim, Senin (3/9/2018).

Menurutnya Persebaya dan bonek menjadi salah satu ikon penting dalam sepakbola Indonesia, karena adanya Persebaya serta bonek memberi warna tersendiri terutama soal kesetiaan.

"Bonek selalu punya cara untuk mendukung kebanggaannya disetiap laga, itu yang membuat saya suka," ujarnya.

Bermula dari pertama menyaksikan Persebaya berlaga di Liga 2 hingga kini, Aisha atau yang akrab disapa Icha itu hingga kini menjadi bonita yang rajin nonton langsung ketika Bajul Ijo berlaga.

"Kalau tidak berangkat nribun itu rasanya ada yang kurang. Apalagi Persebaya itu kebanggaan dan simbol perjuangan bagi warga Surabaya," jelas siswi kelas 12 di SMAN 11 Surabaya itu.

Sebelumnya, keputusan Aisha menjadi bonita sempat ditentang keluarga karena orangtuanya khawatir akan terjadi hal yang tak diharapkan ketika mendukung Persebaya, namun hal itu terbantahkan karena bonek yang jauh lebih dewasa dari sebelumnya

Penulis: Dya Ayu
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved