Citizen Reporter

Di Sini Presiden RI Tidur

Ruang keluarganya seperti ruang keluarga khas Jawa dengan meja, kursi, dan lemari. Ada lukisan Pangeran Diponegoro dipasang di dinding.

Di Sini Presiden RI Tidur
ist

Istana Gebang merupakan kediaman Bung Karno semasa remaja. Istana Gebang terletak di Jalan Sultan Agung 57, 59, dan 61, Kecamatan Sanan Wetan, Blitar. Selain berwisata, pegunjung juga bisa belajar sejarah di tempat itu. Lokasinya strategis sehingga mudah untuk dikunjungi.

Ketika berkunjung ke tempat itu, pengunjung wajib membeli tiket masuk Rp 3.000. Ada kewajiban lain, yaitu melepas alas kaki sebelum masuk ke Istana Gebang.

Di dalam istana terdapat berbagai ruangan, yaitu ruang tamu, kamar tidur tamu pria, kamar tidur tamu wanita, dan kamar tidur Bung Karno semasa remaja. Selain itu, ada ruang keluarga, dan kamar tidur Bung Karno semasa menjabat sebagai presiden.

Pada bagian ruang tamu terdapat perabotan rumah tangga seperti meja, kursi, lukisan, dan foto Bung Karno. Ada juga ukiran wajah Bung Karno di dinding. Ukiran itu bisa dilihat dari berbagai arah, seperti ukiran tiga dimensi.

Ruang keluarganya seperti ruang keluarga khas Jawa dengan meja, kursi, dan lemari. Ada lukisan Pangeran Diponegoro dipasang di dinding.

Semasa hidupnya, Bung Karno sangat mengagumi Pangeran Diponegoro. Bagi Bung Karno, Pangeran Diponegoro merupakan simbol perjuangan dalam melawan penindasan.

Selanjutnya, pengunjung bisa melihat kamar tidur Bung Karno semasa menjabat sebagai presiden pertama. Di ruangan itu terdapat benda-benda milik Bung Karno seperti keris, patung, dan radio.

Di bagian belakang terdapat beberapa ruangan, seperti dapur, kamar tidur asisten rumah tangga, kamar mandi, dan sumur. Sumur itu masih bisa digunakan sampai sekarang. Airnya jernih.

Berdasarkan informasi yang tercantum, sumur itu dibuat untuk memenuhi kebutuhan air guna pembangunan rumah di sekitarnya, pada 1884.

Pada 1917, rumah berpindah tangan dari keluarga Belanda CH Portier menjadi milik ayah-bunda Bung Karno. Fungsi sumur itu masih tetap sama. Jika pengunjung ingin merasakan segarnya air sumur itu, pengelola Istana Gebang menyediakannya dalam botol.

Saat ditemui Minggu (5/8/2018), Yanita Kristian, salah seorang pengunjung menuturkan, dengan berkunjungke Istana Gebang, ia mendapatkan pengetahuan baru tentang sejarah.

“Istana Gebang layak untuk dikunjungi. Di tempat itu kita bisa mengenang jasa-jasa Bung Karno bagi bangsa dan negara,” katanya.

Devi Ronata
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang
devironata46@gmail.com

Istana Gebang merupakan kediaman Bung Karno semasa remaja. Istana Gebang terletak di Jalan Sultan Agung 57, 59, dan 61, Kecamatan Sanan Wetan, Blitar. Selain berwisata, pegunjung juga bisa belajar sejarah di tempat itu. Lokasinya strategis sehingga mudah untuk dikunjungi.
Ketika berkunjung ke tempat itu, pengunjung wajib membeli tiket masuk Rp 3.000. Ada kewajiban lain, yaitu melepas alas kaki sebelum masuk ke Istana Gebang.
Di dalam istana terdapat berbagai ruangan, yaitu ruang tamu, kamar tidur tamu pria, kamar tidur tamu wanita, dan kamar tidur Bung Karno semasa remaja. Selain itu, ada ruang keluarga, dan kamar tidur Bung Karno semasa menjabat sebagai presiden.
Pada bagian ruang tamu terdapat perabotan rumah tangga seperti meja, kursi, lukisan, dan foto Bung Karno. Ada juga ukiran wajah Bung Karno di dinding. Ukiran itu bisa dilihat dari berbagai arah, seperti ukiran tiga dimensi.
Ruang keluarganya seperti ruang keluarga khas Jawa dengan meja, kursi, dan lemari. Ada lukisan Pangeran Diponegoro dipasang di dinding. Semasa hidupnya, Bung Karno sangat mengagumi Pangeran Diponegoro. Bagi Bung Karno, Pangeran Diponegoro merupakan simbol perjuangan dalam melawan penindasan.
Selanjutnya, pengunjung bisa melihat kamar tidur Bung Karno semasa menjabat sebagai presiden pertama. Di ruangan itu terdapat benda-benda milik Bung Karno seperti keris, patung, dan radio.
Di bagian belakang terdapat beberapa ruangan, seperti dapur, kamar tidur asisten rumah tangga, kamar mandi, dan sumur. Sumur itu masih bisa digunakan sampai sekarang. Airnya jernih. Berdasarkan informasi yang tercantum, sumur itu dibuat untuk memenuhi kebutuhan air guna pembangunan rumah di sekitarnya, pada 1884.
Pada 1917, rumah berpindah tangan dari keluarga Belanda CH Portier menjadi milik ayah-bunda Bung Karno. Fungsi sumur itu masih tetap sama. Jika pengunjung ingin merasakan segarnya air sumur itu, pengelola Istana Gebang menyediakannya dalam botol.
Saat ditemui Minggu (5/8/2018), Yanita Kristian, salah seorang pengunjung menuturkan, dengan berkunjungke Istana Gebang, ia mendapatkan pengetahuan baru tentang sejarah. “Istana Gebang layak untuk dikunjungi. Di tempat itu kita bisa mengenang jasa-jasa Bung Karno bagi bangsa dan negara,” katanya.

Devi Ronata
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang
devironata46@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved