Berita Tuban

Aturan Penghapusan Ranmor Belum Diterapkan di Tuban

Aturan tentang penghapusan kendaraan yang telat 2 tahun setelah masa STNK berakhir memang benar. Tapi, belum berlaku di Tuban.

Aturan Penghapusan Ranmor Belum Diterapkan di Tuban
ist
Sebuah Banner penghapusan ranmor yang terpampang di Samsat Jawa barat jadi perbincangan di dunia Maya. 

SURYA.co.id | TUBAN - Aturan tentang penghapusan kendaraan bermotor (ranmor) bagi yang telat registrasi ulang selama dua tahun, setelah masa berakhirnya STNK telah diatur di undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Meski telah diatur, nyatanya bagi yang tidak mengindahkan registrasi ulang, belum ada jaminan kendaraannya akan dihapus atau diblokir Regident ranmor sesuai undang-undang yang berlaku.

Seperti halnya yang telah berlaku di Kabupaten Tuban.

Disampaikan, Administratur Pelayanan (Adpel) Kantor Bersama Samsat Tuban, Suparno, bahwa aturan tentang penghapusan kendaraan yang telat dua tahun setelah masa STNK berakhir memang benar.

Namun, aturan tersebut belum bisa diterapkan untuk di wilayah Tuban.

"Kalau mengacu pada aturannya benar, ranmor boleh dihapus jika dua tahun setelah masa STNK berakhir tidak registrasi ulang. Tapi di Tuban belum diterapkan penghapus ranmor," ujarnya saat dikonfirmasi Surya, Senin (3/9/2018).

Baca: Benarkah Kendaraan Akan Dihapus Dari Daftar Bila 2 Tahun tak Registrasi Ulang sejak STNK Mati?

Hal senada juga disampaikan Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Hankie Fuariputra.

Perwira berpangkat tiga balok di pundak itu menjelaskan, berdasarkan aturan UU nya memang benar, jika kendaraan yang selama dua tahun setelah masa berlaku STNK habis tidak registrasi ulang, maka akan dihapus sesuai ketentuan.

Tentunya dengan beberapa pertimbangan, di antaranya dari pejabat regident ranmor. Meski demikian hal itu belum bisa diterapkan di Tuban.

"Belum bisa diterapkan, meski undang-undangnya sudah ada. Untuk penerapan kita menunggu petunjuk dari satuan diatas kita," pungkasnya.

Tags
Tuban
STNK
Penulis: M. Sudarsono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help