Berita Malang Raya

4 Karyawan Pabrik Kulit Curi Kulit Sapi Perusahaan Senilai Rp 400 Juta

Polsek Sukun kota Malang menangkap 4 karyawan yang beraksi mencuri olahan kulit senilai Rp 400 juta di perusahaan tempat mereka bekerja.

4 Karyawan Pabrik Kulit Curi Kulit Sapi Perusahaan Senilai Rp 400 Juta
surabaya.tribunnews.com/benni indo
Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta menunjukkan barang bukti olahan kulit yang dicuri para komplotan, Senin (3/9/2018). 

SURYA.co.id | MALANG - Empat orang komplotan pencuri olahan kulit senilai Rp 400 juta dibekuk Polsek Sukun, kota Malang. 

Keempat tersangka adalah Rahmat Sanjaya, Satria Aji Santoso, Agus Cahyono dan Edi Siswanto.

Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta menyebutkan, keempat tersangka merupakan karyawan di perusahaan yang berada di Kota Malang. Perusahaan itu memproduksi olahan kulit yang dijual ekspor.

Keempat karyawan sudah bekerja lama di perusahaan itu. Bahkan Agus sudah bekerja selama 20 tahun. Sementara yang lain antara lima sampai tujuh tahun. 

"Jadi ada laporan dari pabrik kulit bahwa telah kehilangan produk olahan kulit rusa dan sapi," kata Anang mengawali cerita kronologis, Senin (3/9/2018).

Baca: Kementerian Tenaga Kerja Akan Buka 1.000 BLK di Pondok Pesantren

Baca: Pria Curi Motor di Parkiran Kos di Pasuruan, Belum Sempat Dijual dan Harus Alami Ini

Polisi mendapatkan informasi dari pelapor bahwa pelaku pencurian adalah karyawan sendiri pada pertengahan Agustus lalu. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menangkap Edi Siswanto di kediamannya.

Edi ditangkap bersama sejumlah barang bukti. Edi merupakan otak pencurian ini. Ia mengambil barang lalu memindahkan ke mobil untuk dibawa pergi.

Dari keterangan Edi, polisi kemudian secara berturut-turut menangkap tiga orang lainnya.

Dipaparkan lebih jauh oleh Anang, karena keempat tersangka merupakan karyawan perusahaan itu, gerak-gerik mereka tidak dicurigai. Bahkan Satpam yang bertugas pun tidak mencurigai saat keempatnya membawa masuk barang curian ke dalam mobil.

"Mereka karyawan di situ sehingga dengan leluasa bisa mengambil kunci, memindahkan barang, sampai disimpan ke mobil. Jadi tidak ada orang yang curiga," ujarnya.

Para tersangka sudah beraksi sebanyak dua kali yakni pada April dan Mei 2018. Setiap kali beraksi, para tersangka memilih jam sore.

"Pihak pelapor memang tidak langsung melapor. Mereka mengintai dulu siapa yang mencuri. Setelah ada kejelasan, mereka baru melapor," ujar Anang.

Ada 600 lembar kulit olahan yang berhasil diamankan dan dijadikan barang bukti. Barang bukti tidak sempat dijual karena para tersangka kesulitan memasarkan. Para tersangka tidak mendapatkan keuntungan sepeser pun dari hasil curiannya.

"Barang ini kan barang ekspor, jadi kalau mau jual perlu ada surat-surat resmi. Alhasil mereka kesulitan menjual," papar Anang.

Akibat perbuatannya itu, para tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved