Berita Surabaya

22 Anggota DPRD Kota Malang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi, Cak Imin: Ini Pembelajaran Penting

Menurut Cak Imin harusnya lobi-lobi politik tidak harus dengan uang, tapi juga bisa dengan semangat untuk mencari solusi.

22 Anggota DPRD Kota Malang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi, Cak Imin: Ini Pembelajaran Penting
foto: surya.co.id/aqwamit torik
Cak Imin saat di Kantor PWNU Jatim, Senin (3/9/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - 22 anggota DPRD Kota Malang menjalani pemeriksaan di kantor KPK di Jakarta, Senin (3/9/2018).

Mereka menjalani pemeriksaan terkait pendalaman kasus suap pembahasan P-APBD Kota Malang tahun anggaran 2015 yang dikenal dengan uang "pokir" senilai Rp 700 juta, korupsi "uang sampah" senilai Rp 300 juta, dan fee 1 persen dalam APBD Kota Malang tahun anggaran 2015 senilai Rp 5,8 miliar.

Tentu saja, pemeriksaan ini juga akan mengganggu kinerja serta fungsi dari DPRD kota Malang.

Apalagi saat ini 22 anggota tersebut sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengungkapkan bahwa hal ini (anggota DPRD tersangka korupsi) adalah pelajaran penting untuk pembenahan sistem kinerja DPRD.

"Ini pembelajaran penting untuk pembenahan sistem pengelolaan kinerja DPRD, sehingga tidak memberi ruang kepada proses terjadinya di luar apa yang menjadi hak dan kewenangan dari DPRD," jelas Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin di kantor PWNU Jatim, Senin (3/9/2018).

Menurut Cak Imin harusnya lobi-lobi politik tidak harus dengan uang, tapi juga bisa dengan semangat untuk mencari solusi.

"Tetapi kalau memang DPRD ini punya kinerja yang harus diatasi melalui APBN, kenapa tidak melalui jalur yang resmi," pungkasnya.

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved