Berita Blitar

Tiap Bulan, 400 Warga Kabupaten Blitar Berangkat Jadi TKI ke Luar Negeri

Sedikitnya 400 orang di kabupaten Blitar, tiap bulan meninggalkan keluarga dan kampung halaman untuk menjadi buruh migran atau TKI

Tiap Bulan, 400 Warga Kabupaten Blitar Berangkat Jadi TKI ke Luar Negeri
surabaya.tribunnews.com/nuraini faiq
Para TKI mengikuti pendataan di Bandara Juanda, Sidoarjo, saat mudik lebaran. 

SURYA.co.id | BLITAR - Sedikitnya 400 orang di kabupaten Blitar, tiap bulan meninggalkan keluarga dan kampung halaman untuk menjadi buruh migran. 

Hal ini menunjukkan tingginya minat untuk menjadi TKI. Tak heran, jumlah TKI dari Kabupaten Blitar mencapai 6.500 orang. 

Dari sekian jumlah TKI itu, sebanyak 80 persen bekerja di Taiwan dan Hongkog. Selebihnya adalah Singapura dan Malaysia.

"Kebanyakan mereka yang bekerja ke Taiwan dan Hongkong adalah perempuan. Dan, mereka adalah bekerja sebagai asisten rumah tangga dan hanya sedikit yang bekerja di perusahaan," kata Haris Susianto, Kadisnaker Pemkab Blitar, Minggu (2/8).

Haris mengatakan, aturan menjadi TKI kini lebih ketat dari sebelumnya. 

Para calon TKI tak bisa berangkat tanpa melalui Disnaker setempat. 

Selain itu, mereka juga harus mengantongi kartu PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang dikeluarkan Disnaker setempat. 

"Itu karena syarat penerbitan kartu PMI itu tak mudah dipalsukan. Di antaranya, itu harus sesuai identitas yang bersangkutan, seperti KTP, dan dilengkapi izin orangtua yang masih bujang. Untuk yang sudah berkeluarga, mereka harus izin pasangannya secara tertulis," paparnya.

Meski izin keluarganya sudah lengkap, namun PJTI pun sekarang ini tak mudah memberangkatkannya seperti dulu. Kalau sekarang ini, izin PT-nya juga harus hidup dan jelas alamatnya atau kantornya. Bukan seperti dulu, banyak kantor PJTI yang abal-abal karena permainan para calo, yang mengaku PJTI.

"Misalnya, calon TKI itu lewat PT yang alamatnya bukan di Blitar, seperti kebanyakan di Surabaya atau di Jakarta. Itu boleh-boleh saja, namun kepengurusan dokumennya, seperti paspor yang bersangkutan (calon TKI) itu, ya tetap harus diurus di Imigrasi Blitar. Jadi, alamat TKI nanti tak bisa dipalsukan. Jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan bagi TKI kelak, mereka dengan mudah terlacak," ungkapnya.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved