Berita Surabaya

Prabowo Gencar Dekati NU, Partai Gerindra : Dalam Politik NU Seperti Gadis Cantik

Capres Prabowo Subianto genggencar melakukan pendekatan ke Nahdlatul Ulama (NU) menjelang masa kampanye Pilpres 2019.

Prabowo Gencar Dekati NU, Partai Gerindra : Dalam Politik NU Seperti Gadis Cantik
Tribunnews/Jeprima
Calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto (tengah) dan Sandiaga Uno (kanan) saat berforo dengan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY (kiri) seusai menyerahkan syarat pencalonan menjadi presiden dan wakil presiden di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018). 

SURABAYA.co.id | SURABAYA - Capres Prabowo Subianto genggencar melakukan pendekatan ke Nahdlatul Ulama (NU) menjelang masa kampanye Pilpres 2019.

Selain silaturrahmi, Prabowo direncanakan akan berziarah ke makam para pendiri NU di Jawa Timur.

Wakil Ketua Gerindra Jatim, Hendro Tri Subiantoro menjelaskan, memang dalam politik, NU menjadi organisasi yang ideal karena punya massa besar.

"Kalau terkait dengan politik, NU ini kan bak gadis cantik. Karena umatnya kalau di sensus itu di atas 90 juta orang," ungkap Hendro, Minggu (2/9/2019). 

Hendro tak memungkiri, meskipun Prabowo melakukan pendekatan dengan NU, urusan simpati tetap tergantung kembali kepada masyarakat.

Tapi, Gerindra optimis pasangan Prabowo  dan Sandiga Uno yang mereka usung bisa mendapatkan simpati warga NU.

Hendro melihat, warga NU tidak bisa satu warna dalam politik, bahkan partai yang bernafas NU diantaranya hanya bisa meraih simpati 9 juta warga NU saja.

"Karena itu, kita ingin mengembalikan NU kepada khittah nahdliyin, tahun 1926 dalam arti berbasis sosial keagamaan," imbuhnya.

NU juga berada di atas organisasi-organisasi politik. NU sebagai guru bangsa, sebagai ormas yang mengayomi seluruh bangsa, termasuk pada parpol.

"Karena itu, kita menjunjung tinggi pendiri NU," pungkasnya. (Aqwamit Torik/TribunJatim.com) 

Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved