Single Focus

Perempuan Lulusan SMP ini Raup Pendapatan 30 Juta Per Bulan Berkat Kuliner Semanggi

Keuletan dan kerja kerasnya yang menemukan inovasi dengan membuat Semanggi instan yang bisa dijadikan oleh-oleh.

Perempuan Lulusan SMP ini Raup Pendapatan 30 Juta Per Bulan Berkat Kuliner Semanggi
surya/nuraini faiq
Aminah, perintis (startup) bidang Kuliner makanan khas Surabaya Semanggi yang kini menjadi rujukan startup Surabaya. 

SURYA.co.id |  SURABAYA - Tidak ada yang menduga bahwa dengan menekuni usaha jual makanan khas Surabaya, Aminah, perempuan lulusan SMP di pinggiran kota ini menjelma menjadi pelaku UKM yang sukses. Dalam sebulan, omzet Aminah menjual Semanggi instan "Selendang Semanggi" antara Rp 25 juta - Rp 30 juta.

Perempuan yang dikaruniai dua anak ini saat ini terus kebanjiran order lewat online.

"Saya banyak dapat pesan dari buka lapak dan go food," ucap perempuan yang tinggal di Kampung Sawo Bringin, Sambikerep, Surabaya, Minggu (2/9/2018). 

Di ujung barat Surabaya ini, Aminah menekuni usaha Kuliner legendaris ini secara turun temurun. Maklum, di kampungnya itu memang dikenal sentra daun Semanggi. Bahkan kampung di Sambikerep itu memang sentra Semanggi. 

Sebuah makanan khas Surabaya sebangsa pecel. Namun sambalnya lebih gurih dan khas. Sayur utamanya adalah daun Semanggi dengan lalap berupa kerupuk puli (kerupuk beras) yang khas. Makanan ini biasa ditemukan di penjual keliling dengan pedagang yang sudah tidak muda lagi.

Aminah yang juga pernah pengalaman berjualan bersama ibunya itu membuat terobosan luar biasa. Keuletan dan kerja kerasnya yang menemukan inovasi dengan membuat Semanggi instan yang bisa dijadikan oleh-oleh. 

"Saya lihat sendiri betapa kerasnya perjuangan nenek dan ibu saya. Membuat sambal dan memetik Semanggi untuk dijual keliling ke tengah kota. Saya pun tergugah membuat jualan yang tidak perlu keliling tapi dikenal," ucap pemilik nama lengkap Aminah ini. 

Perempuan yang lahir pada 18 Januari 1978 ini adalah generasi ketiga dari kampung Semanggi di Sambikerep.

Neneknya kemudian diteruskan ibunya hingga jatuh ke Aminah. Meski sudah jualan keliling namun hasilnya kadang belum tentu seusai ekspektasi. Meski Semanggi dari keluarga Aminah memang cukup dikenal. 

Setiap pagi, keluarga Aminah biasa menggendong keranjang besar (dunak). Di dalamnya dimuati Semanggi dan krupuk seukuran satu meter. Biasanya dijual ke tengah kota dengan naik lyn atau angkot. Hanya warga tengah kota yang biasa diharapkan bisa membeli Semanggi yang sedap dan enak ini. 

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved