Berita Mojokerto

Masyarakat Mojokerto Antusias Sambut Pawai Kendaraan Hias, Penonton Hentikan Kendaraan untuk Swafoto

"Saya senang sekali bisa melihat gelaran acara tahunan ini. Tapi alangkah baiknya diadakan sore hari seperti dahulu. "

Masyarakat Mojokerto Antusias Sambut Pawai Kendaraan Hias, Penonton Hentikan Kendaraan untuk Swafoto
surya/danendra kusumawardana
Suasana pawai kendaraan hias di Kota Mojokerto dalam perayaan HUTke-73 Kemerdekaan RI. 

surya.CO.ID | l MOJOKERTO - Ribuan orang berkumpul di sepanjang ruas Jalan Brawijaya, Kota Mojokerto, Sabtu (2/9/2018). Mereka datang berbondong-bondong dengan keluarga maupun kerabat untuk melihat gelaran Pawai Pembangunan Kendaraan Hias.

Jalan Brawijaya adalah rute ke tiga yang dilalui pawai kendaraan hias. Sebelumnya gelaran Pawai Pembangunan Kendaraan Hias diberangkatkan di Lapangan Surodinawan menuju ke Jalan Tribuana Tungga Dewi, lalu Jalan Brawijaya kemudian Jalan Hayam Wuruk dan finish di Jalan Mayjend Sungkono.

Saat kendaraan pawai satu persatu-satu muncul dari simpang tiga yang menghubungkan Jalan Tribuana Tungga Dewi dan Jalan Brawijaya, para penonton pun bersorak sorai seraya melambaikan tangan. Tak lupa mereka mengabadikan momen acara setahun sekali ini dengan gawai dan kamera DSLR.

Sebagian dari mereka juga nekat memberhentikan laju kendaraan pawai, agar dapat berswafoto dengan peserta yang berpakaian laiknya raja, dewi dan pasukan perang zaman Majapahit. Sebagian peserta juga menggunakan kostum TNI, Polisi, badut, hingga makhluk astral.

Melihat antusias warga yang begitu besar, para peserta semakin energik membawakan tarian. Tabuhan alat musik yang mengiringi pun semakin terdengar cukup kencang.

Tak hanya kostum saja yang dapat menarik perhatian penonton. Desain kendaraan hias tak luput dari bidikan kamera penonton. Para peserta menghias kendaraan menyerupai sebuah candi, kereta kencana, dan istana kerajaan Majapahit. Adapula peserta yang mendesain kendaraan menjadi kapal perang dan tank. Sebagian besar desain tersebut berbahan dasar sterofoam.

Salah satu penonton pawai bernama Vigo Arrohman (18) rela jauh-jauh datang dari Jombang ke Mojokerto untuk melihat pawai. Seperti penonton lainnya, Vigo nampak asyik mengabadikan setiap momen pawai melalui gawai yang ia bawa. Sesekali pandangan matanya fokus melihat hiasan kendaraan peserta.

"Acara pawai ini sangat menghibur warga Mojokerto. Saya sudah 10 kali melihat pawai di Kota Mojokerto. Saya tadi terkagum dengan ogoh-ogoh. Karena memiliki ukuran yang begitu besar, pandangan saya tertuju langsung ke ogoh-ogoh," ungkapnya.

Selain itu, penonton bernama Dinar Sekarsasih warga Mojoanyar terlihat berlindung dari sengatan matahari di balik payung motif bunga. Sebab, pawai melintas di Jalan Brawijaya pukul 11.00 hingga 13.45. meski begitu, ia tampak menikmati gelaran pawai kendaraan hias. Sama seperti Vigo ia selalu mengabadikan momen pawai, serta sesekali melambaikan tangannya ke peserta.

"Acara ini mengingatkan kami (anak muda) akan sejarah kerajaan Majapahit sekaligus menjaga kebudayaannya. Baju-baju kerajaannya bagus sekali. Desain istana kerajaannya sangat mirip," katanya.

Sedangkan, penonton bernama Eti Susi (60) menyayangkan jadwal pelaksanaan acara Pawai Pembangunan Acara Kendaraan Hias yang dimulai pada siang hari. Nomer urut dan jarak peserta juga tidak teratur.

Namun, ia mengatakan sangat terhibur dengan kegiatan pawai  pembangunan kendaraan hias digelar untuk memperingati HUT RI ke-73.

"Saya senang sekali bisa melihat gelaran acara tahunan ini. Tapi alangkah baiknya diadakan sore hari seperti dahulu. Semoga Mojokerto tambah maju, tambah banyak acara dan pesertanya agar bisa memecahkan rekor dunia seperti Jember," harapnya.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved