Berita Lamongan

Bermodal Uang Dari PKH, Jumiati Sukses Jadi Juragan Bakso. Omzetnya Puluhan Juta Rupiah

Jumiati tak mau selamanya tergantung kepada dana PKH dari pemerintah. Bermodal uang bulanan itu, dia pun buka usaha kecil. Kini usahanya kian besar

Bermodal Uang Dari PKH, Jumiati Sukses Jadi Juragan Bakso. Omzetnya Puluhan Juta Rupiah
surabaya.tribunnews.com/hanif manshuri
Jumiati, eks penerima PKH di tempat usahanya. Ia sudah tidak mau menerima bantuan setelah lima tahun dimanjakan pemerintah 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Jumiati, seorang ibu dari RT 3/RW 1, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan, layak dijadikan teladan. 

Jumiati ini mulanya tergolong warga tidak mampu. Ia masuk di antara sekian ribu warga Lamongan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah.

Meski demikian, dia tak mau selamanya tergantung pada program itu. Bahkan, dia punya tekad kuat agar terlepas dari bantuan itu. 

"Saya harus bangkit dari keterpurukan biar tidak hanya bisa menadahkan tangan ke pemerintah," ungkap Jumiati kepada wartawan, Kamis (30/8).

Dengan tekad itu, Jumiati memanfaatkan bantuan uang dari program PKH sebagai modal usaha. 

Dia pun kemudian membuka usaha bakso kecil-kecilan pada 2011. 

"Ya, modalnya dari uang PKH," kata Jumiati, ibu dua anak ini.

Jumiati mengisahkan masa lalunya, jika tidak sedang musim panen, suaminya mencari pekerjaan di luar. Sedang Jumiati, mengisi waktu bekerja sebagai pencuci baju dan membersihkan rumah tetangga. 

"Banyak tetangga bergiliran membutuhkan tenaga saya," katanya.

Jumiati, masuk sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan setiap bulan berhak mendapatkan uang dari pemerintah, setiap bulannya Rp 300 ribu yang tidak bisa cair setiap bulan.

Halaman
123
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved