Berita Kesehatan

Ternyata Liburan yang Cukup Bisa Turunkan Risiko Kematian, Berikut Hasil Penelitian dari Para Ahli

Mungkin terdengar sederhana, tapi siapa sangka berlibur yang cukup bisa menurunkan risiko kematian. Berikut hasil penelitiannya!

Ternyata Liburan yang Cukup Bisa Turunkan Risiko Kematian, Berikut Hasil Penelitian dari Para Ahli
maxsaf
Ilustrasi Liburan 

Untuk menghindarinya, tetapkan target yang masuk akal tentang apa yang Anda bisa dan tidak mampu lakukan.

Tidak semua hal harus sempurna seperti musim liburan di iklan. Katakan tidak jika perlu.

"Yang jadi prioritas adalah Anda sendiri dan keluarga," katanya.

Woods mengatakan, aturlah kegiatan secara merata pada sepanjang liburan, bukan pada satu atau dua hari saja.

Kenali hal-hal apa yang membuat Anda sering merasa stres setiap liburan dan cobalah membuat perubahan.

Misalnya, dari pada memaksakan diri membuat empat jenis kue, coba tahun ini buat dua jenis saja.

Walau sedang liburan, perhatikan kesehatan diri Anda dengan menjaga pola makan tetap sehat, waktu istirahat, dan bersantai.

"Menjaga diri sendiri akan meningkatkan mood dan memberi ekstra energi untuk mencapai target-target. Melakukan kegiatan sosial atau berderma juga bisa membuat hati lebih bahagia," katanya.

Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Evasari, Jakarta, Tirza Gwendoline Matulessy, mengatakan, kasus penyakit dengan kondisi bahwa pasiennya harus dilarikan ke unit gawat darurat (UGD), seperti serangan jantung, biasanya lebih banyak selama libur panjang.

Menurut Tirza, konsumsi makanan yang tidak terkontrol selama liburan, stres, hingga tidak olahraga saat berlibur bisa menjadi pemicu munculnya masalah penyakit.

"Kunjungan ke poliklinik menurun karena liburan, (tetapi) ke emergency, yang (sifatnya) mau enggak mau, mereka datang," kata Tirza.

Hal senada dikatakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Yoga Yuniadi.

Yoga mengatakan, berdasarkan catatan di UGD RS Jantung Harapan Kita, kasus serangan jantung meningkat saat libur panjang dan juga akhir pekan.

Selama lebih dari satu dekade, para peneliti di luar negeri juga melihat tren peningkatan kasus serangan jantung selama libur Natal dan Tahun Baru.

Mereka mencari tahu apa penyebab meningkatnya serangan jantung selama liburan.

Penelitian yang dipimpin oleh Josh Ksatria dari University of Melbourne pun meneliti kasus kematian akibat penyakit jantung di Selandia Baru.

Wilayah itu dipilih karena Natal dan Tahun Baru terjadi pada musim panas.

Dalam penelitian ini, mereka ingin mengesampingkan faktor cuaca dingin yang umumnya terjadi pada sejumlah negara saat libur Natal dan Tahun Baru.

Menurut para peneliti, stres selama liburan akibat masalah keuangan, masalah keluarga, hingga lingkungan baru tempat liburan bisa meningkatkan tekanan darah tinggi yang menjadi faktor risiko serangan jantung.

Kemudian, lanjut peneliti, peningkatan serangan jantung selama liburan juga dipengaruhi oleh konsumsi makanan yang berlebihan selama liburan, seperti daging dan makanan yang tinggi gula.

Konsumsi alkohol yang meningkat selama liburan juga dapat memicu masalah kesehatan.

Baca: Link Live Streaming Korea Selatan vs Jepang Final Sepak Bola Asian Games 2018, Hari Ini Jam 18.30

Baca: Prediksi Skor Korea Selatan vs Jepang Pertandingan Final Sepak Bola Asian Games 2018

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved