Berita Kesehatan

Ternyata Liburan yang Cukup Bisa Turunkan Risiko Kematian, Berikut Hasil Penelitian dari Para Ahli

Mungkin terdengar sederhana, tapi siapa sangka berlibur yang cukup bisa menurunkan risiko kematian. Berikut hasil penelitiannya!

Ternyata Liburan yang Cukup Bisa Turunkan Risiko Kematian, Berikut Hasil Penelitian dari Para Ahli
maxsaf
Ilustrasi Liburan 

Pria yang mengambil tiga minggu atau kurang dari liburan tahunan memiliki 37 persen peningkatan kemungkinan kematian dibandingkan dengan mereka yang mengambil lebih dari tiga minggu liburan.

"Kami pikir intervensi itu sendiri mungkin juga memiliki efek psikologis yang merugikan pada orang-orang ini dengan menambah tekanan pada kehidupan mereka," ujar Strandberg.

Meski dimulai sejak lama, penelitian ini menunjukkan pentingnya mengatur tingkat stres.

Ini berarti liburan bisa menjadi lebih dari sekedar penghilang rasa lelah terhadap pekerjaan Anda.

"Liburan bisa menjadi cara yang baik untuk menghilangkan stres," tutur Strandberg.

"Jangan berpikir memiliki gaya hidup sehat akan aman untuk bekerja terlalu keras dan tidak mengambil liburan," tegasnya.

Namun, saat mengambil liburan pun anda masih harus tetap berhati-hati.

Musim liburan yang seharusnya menjadi momen untuk bersantai justru bisa juga menyebabkan stres.

Dilansir dari Healthday News, hal ini Ini dikarenakan padatnya aktivitas sosial yang terkadang membuat kita mengorbankan kepentingan pribadi.

"Ada banyak kegiatan sosial dengan teman dan keluarga, acara-acara yang harus dihadiri. Padahal sebenarnya kita tidak bisa memenuhi semuanya," kata Patricia Woods, direktur New York-Presbyterian Queens.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help