Berita Kesehatan

Ternyata Liburan yang Cukup Bisa Turunkan Risiko Kematian, Berikut Hasil Penelitian dari Para Ahli

Mungkin terdengar sederhana, tapi siapa sangka berlibur yang cukup bisa menurunkan risiko kematian. Berikut hasil penelitiannya!

Ternyata Liburan yang Cukup Bisa Turunkan Risiko Kematian, Berikut Hasil Penelitian dari Para Ahli
maxsaf
Ilustrasi Liburan 

Kelompok intervensi ini diberi saran untuk diet, mencapai berat badan, dan aktivitas fisik tertentu.

Sebaliknya, peserta pada kelompok kontrol tidak diberi intervensi pada kesehatan atau gaya hidup

Ketika studi 5 tahun berakhir, tim melakukan tindak lanjut 15 tahun kemudian pada tahun 1989, dan 40 tahun tindak lanjut pada tahun 2014.

Hasilnya, para peneliti menemukan risiko penyakit kardiovaskular memang berkurang pada kelompok intervensi pada penelitian 5 tahun pertama.

Meski begitu, pada 15 tahun kemudian, ada lebih banyak kematian pada kelompok intervensi.

Sekarang, 40 tahun kemudian, angka kematian keluar lagi. Mereka mendapati hasil yang aneh.

"Kerusakan yang disebabkan oleh aturan gaya hidup intensif terkonsentrasi di subkelompok pria dengan waktu liburan lebih pendek setiap tahun," ungkap Timo Strandberg, salah satu peneliti dikutip dari Science Alert, Rabu (29/08/2018).

"Dalam penelitian kami, pria dengan liburan lebih pendek bekerja lebih banyak dan tidur lebih sedikit daripada mereka yang lebih lama liburan. Gaya hidup yang penuh tekanan ini mungkin telah menolak segala manfaat dari intervensi," sambungnya.

Data penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition, Health & Aging ini menunjukkan waktu libur tidak berdampak pada risiko kematian peserta di kelompok kontrol.

Namun, ini berbanding terbalik di kelompok intervensi.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved