Berita Mojokerto

Gelar Seminar di Ruang Outdoor untuk Menekan Tingkat Stres Pada Penderita Kanker

Seminar tentang kanker dan kemoterapi sangatlah penting. Supaya, masyararakat lebih peduli akan penyakit kanker

Gelar Seminar di Ruang Outdoor untuk Menekan Tingkat Stres Pada Penderita Kanker
SURYA.co.id/Danendra Kusumawardhana
Antusias peserta saat mengikuti Seminar Kanker dan Kemoterapi. Mereka fokus memperhatikan penjabaran dari setiap pembicara, Sabtu (1/9/2018). 

Sebab, kata Aisyah kebanyakan dari pasien kanker akan drop jika tak ada dukungan dari keluarga.

"Pasien Kemoterapi akan mengalami drop out (kondisi fisik melemah) cukup tinggi. Keluarga harus memotivasi," ucap Aisyah.

Aisyah menjelaskan, Penyebab keputus asaan penderita kanker lantaran kemoterapi memiliki efek samping, mulai dari perubahan fisik dan berkurangnya nafsu makan. Jika sudah putus asa, pasien tidak bisa melanjutkan kemoterapi. Kemoterapi tak cukup jika dilakukan sekali. Setiap siklus atau tiga bulan pasien wajib melakukan 6 kali Kemoterapi atau 12 kali Kemoterapi.

"Sesudah kemoterapi siklus pertama, pasien harus melakukan pemeriksaan fisik di laboratorium. Jika tubuhnya tak memungkinkan, yang terjadi adalah pasien tak dapat kemoterapi siklus ke dua. Hal ini yang perlu diketahui oleh peserta. Tadi sudah dijabarkan oleh pembicara," terangnya.

Ia mengimbau, peserta maupun masyarakat untuk melakukan deteksi dini penyakit kanker. Jika muncul benjolan di bagian tubuh, sebaiknya segera diperiksakan. Kanker sendiri memiliki prognosa (tingkatan) yakni stadium 1, 2, 3 dan 4.

"Jika kanker terdeteksi pada stadium 1, kemoterapi bisa dilakukan secara intensif. Agar Akar sel-sel kanker tidak relapse," (muncul kembali) paparnya.

Kustin (46) salah satu peserta yang menderita kanker payudara, mengatakan, acara seminar yang diadakan oleh TIM ILMIAH Sumberglagah membuatnya semakin paham tentang efek samping kemoterapi serta kanker itu sendiri. Selain itu, di sana para peserta penderita kanker bisa tukar pengalaman dan saling support.

"Di sana kami bisa saling support sekaligus refreshing. Saya sudah 32 kali Kemoterapi," ujarnya.

Kustin memberikan pesan bagi pasien kanker yang baru pertama kali melakukan kemoterapi, untuk tidak mendengarkan perkataan orang lain terkait efek sampingnya. Salah satu efek samping seperti kerontokan rambut, ia menegaskan tak perlu merasa khawatir. Sebab, rambut akan tumbuh kembali dan lebih subur.

"Mereka (pemula kemoterapi) selalu takut karena mendengar cerita dari orang lain soal efek samping kemoterapi. Padahal mereka belum pernah melakukan kemoterapi. Penderita kanker harus saling support dan memberikan motivasi," pungkasnya.

Halaman
123
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help