Berita Gresik

15 Jam Lebih, Warga Ikut Upaya Padamkan Api yang Membakar Pabrik Pengolahan Kayu di Gresik

Akibat musibah kebakaran itu, warga berencana meminta ganti rugi ke pabrik. Namun, warga masih menunggu proses pemadaman selesai.

15 Jam Lebih, Warga Ikut Upaya Padamkan Api yang Membakar Pabrik Pengolahan Kayu di Gresik
surya/sugiyono
Pabrik kayu ludes terbakar membuat warga sekitar panik, sebab rumah warga berdekatan dengan pagar pabrik, Sabtu (1/9/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - Sejak tadi malam hingga siang ini, kebakaran pabrik pengolahan kayu dibekas pabrik PT Sutra Furnitama Jalan Raya Desa Boboh Kecamatan Menganti Gresik masih berkobar. Petugas pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan api bersama warga sekitar pabrik.

Kebakaran pabrik kayu tersebut susah dipadamkan karena bahan baku kayu yang sudah menumpuk ludes terbakar. Kondisi panas disertai angin juga menyulitkan api untuk segera padam. Petugas pemadam kebakaran Pemkab Gresik terus berusaha memadamkan api yang masih berkobar di balik puing-puing bangunan gudang yang ikut terbakar.

Terlihat petugas pemadam kebakaran kesulitan untuk mendekat ke pusat api yang masih menyala, sebab kerangka bangunan gudang dan atap dari seng masih panas. Petugas PDAM Pemkab Gresik masih bertugas umemadamkan api, sementara mobil pemadam dari Pemkot Surabaya dan dari industri lain sudah tidak ada.

Sementara warga yang rumahnya berdekatan dengan pagar pabrik, terus berusaha memadamkan api dengan air PDAM.

Dengan peralatan selang plastik, warga menyemprotkan air ke tembok pembatas rumah warga supaya api tidak membakar tembok hingga roboh.

"Kalau tidak dibasahi, api masih menyala dari kayu yang tertumpuk di bawah puing-puing," kata Sururi, warga Desa Boboh RT VII, Kecamatan Menganti, Sabtu (1/9/2018).

Warga sangat khawatir kobaran api yang tersisa akan terus membesar dan merambat ke rumahnya. Sebab, jarak rumah dengan pagar pabrik hanya sejauh satu meter.

"Kalau tidak dibasahi terus, api tiba-tiba membesar. Khawatir merambat ke rumah," imbuhnya.

Sementara Supeno, yang rumahnya juga berdekatan dengan pagar pabrik ikut panik. Bahkan, acara kemantenan anaknya nyaris batal. Sebab, warga panik untuk memadamkan api.

"Tadi malam sebelum terjadi kebakaran, warga sedang kondangan di rumah. Setelah pulang, warga melihat api berkobar dari pabrik," kata Supeno, sambil menatap bangunan gudang yang roboh akibat terbakar.

Halaman
12
Penulis: Sugiyono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help