Berita Surabaya

Unair Berduka, Perintis Antropologi Ragawi Indonesia Wafat dan Ini Penyebabnya

Meski sudah dirawat di RKZ sejak sekira sebulan lalu, namun kondisi pria kelahiran Polandia ini mulai menurun sejak Rabu (29/8/2018) lalu.

Unair Berduka, Perintis Antropologi Ragawi Indonesia Wafat dan Ini Penyebabnya
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Almarhum Prof Dr Habil Josef Glinka, SVD ketika disemayamkan setelah meninggal dengan tenang di Rumah Sakit RKZ Surabaya, pada Jumat (30/8/2018) malam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Duka menyelimuti civitas akademi Universitas Airlangga (Unair) dan sebagian umat Katolik. Itu setelah Prof Dr Habil Josef Glinka, SVD, meninggal dengan tenang di Rumah Sakit RKZ Surabaya, pada Jumat (30/8/2018) malam.

Perintis antropologi ragawi di Indonesia sekaligus pastor dari Serikat Sabda Allah (SVD) ini wafat dalam usia 86 tahun.

Meninggalnya Prof Glinka ini tak pernah diperkirakan sejawatnya di Biara Soverdi maupun para mahasiswa dan dosen Antropologi Unair.

Meski sudah dirawat di RKZ sejak sekira sebulan lalu, namun kondisi pria kelahiran Polandia ini mulai menurun sejak Rabu (29/8/2018) lalu.

“Sejak Rabu itu, kemudian dokter melakukan CT scan. Baru diketahui bahwa Pater Glinka mengidap hipoksia dengan komplikasi pneumonia. Hipoksia itu kekurangan suplai oksigen pada tubuh, ditambah ada lubang pada paru-parunya,” jelas sejawat almarhum, Bruder Metrianus Mance, SVD kepada Surya.co.id, Jumat (31/8/2018).

Bruder Mance adalah sejawat Pater Glinka yang ikut merawat almarhum di RKZ hingga kemudian koma sejak Rabu (29/8/2018) itu.

Ketika kondisi Prof Glinka semakin menurun, para dokter di RKZ berusaha memberi bantuan dengan alat pacu jantung. Namun pastor di Biara SVD akhirnya mengikhlaskan kepergian Prof Glinka pada Kamis (30/8/2018) malam itu.

“Pater Glinka meninggal pada pukul 20.55 WIB,” jelasnya. 

Penulis: Sudharma Adi
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved