Berita Tuban

Tangan dan Kaki Diikat 17 Tahun, Pria di Tuban Itu Cuma Bisa Teriak dan Menangis saat Merasa Lapar

Tangan dan kaki diikat selama 17 tahun, pria di Tuban itu cuma bisa teriak dan menangis saat rasakan lapar atau sakit.

Tangan dan Kaki Diikat 17 Tahun, Pria di Tuban Itu Cuma Bisa Teriak dan Menangis saat Merasa Lapar
surya/m sudarsono
SNT bersama kakaknya Parni, di ruangan tempatnya diikat selama 17 tahun 

SURYA.co.id | TUBAN - Nasib tak mujur dialami SNT (32), warga Dusun Gowah, Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.

Mengenakan kemeja warna hijau tanpa memakai celana, dia diikat layaknya hewan di sebuah tiang dari bambu.

Kakinya pun tampak belepotan tanah liat, karena alas rumah yang tak berlantai.

Ikatan tali di tangan dari sehelai kain dan tampar di kaki membatasi ruang geraknya, di sebuah tempat berukuran 5x7 meter berdinding anyaman bambu, yang menjadi tempat tinggal SNT .

Dia pun tidak bisa kemana-mana, untuk makan dan mandi harus di tempat dimana dia diikat.

Keluarga bercerita, jika SNT sudah diikat sejak lama. Saat dia berusia sekitar 15 tahun.

Baca: Trenyuh, Pria di Tuban Diikat Tangan Kakinya dan Tinggal di Ruangan Sempit, Ia Sering Lakukan Ini

Baca: Main ke Tempat Kos Cewek di Pandaan, Pria Ini Ketuk Satu Kamar, yang Terjadi Selanjutnya Bikin Heboh

Baca: Mobil Ini Ringsek Usai Tabrak Tiang di Tulungagung, Mukjizat, Tiga Penumpangnya Cuma Alami Lecet

"Keluarga sudah mengikat selama 17 tahun, tepatnya saat tahun 2001," kata kakak kandung SNT, Parni (42) saat ditemui di rumahnya, Jumat (31/8/2018)

Perempuan dua anak itupun menjelaskan alasan keluarga mengikat SNT .

Sejak kecil, pria berkulit putih itu merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Awalnya tidak diikat, namun karena saat tumbuh menginjak usia 15 tahun, SNT mulai berulah.

Halaman
12
Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help