Berita Lamongan

Tak cuma Kekeringan, Kemarau di Lamongan Bikin Harga Ikan Air Tawar Melonjak

Kenaikan harga ikan tawar ini mencapai 10 persen dari harga normal atau saat musim penghujan.

Tak cuma Kekeringan, Kemarau di Lamongan Bikin Harga Ikan Air Tawar Melonjak
surya/hanif manshuri
Para pedagang ikan tambak di Pasar Ikan Lamongan, Jumat (31/8/2018) 

SURYA.co.id | LAMONGAN - Musim kemarau ini tidak hanya berakibat krisis air bersih, ternyata juga membuat harga ikan tambak atau air tawar jadi melonjak tinggi. Ada beberapa penyebab tingginya harga, produksi ikan tambak jauh menurun lantaran para petambak beralih ke tanam padi.

Menurutnya, tingginya harga tawar ini karena pasokan ikan turun jauh sebagai dampak para petambak beralih ke tanam padi. Kenaikan harga ikan tawar ini mencapai 10 persen dari harga normal atau saat musim penghujan.

"Bahkan banyak lahan tambak yang kering gak ada airnya," kata juragan ikan di UPT Pasar Ikan Lamongan, Eko Yulianto, Jumat (31/8/2018).

Kondisi itu mengakibatkan produksi ikan tawar mengalami penurunan.

"Biasanya saya itu bisa menerima kiriman ikan sampai 30 ton per hari, tapi kalau sekarang rata-rata hanya 10 ton," sambungnya.

Eko menuturkan naiknya harga ikan tambak ini sudah terjadi sejak dua bulan terakhir ini. Harga ikan yang berlaku di pasaran Lamongan, untuk ikan bandeng, semula Rp 12 ribu per kilogram, sekarang melonjak menjadi Rp 20 ribu per kilogram.

Udang Vannamei biasanya untuk ukuran kecil Rp 25 ribu per kilogram kini harganya Rp 35 ribu sampai Rp 45 ribu per kilogram dan ikan mujair biasanya Rp15 ribu sekarang mencapai Rp 23 ribu per kilogram.

Sementara ikan tambak asal wilayah Gresik yang biasanya masuk ke Pasar Lamongan, kini tak terlihat lagi. Bukan karena menghindari Pasar Ikan Lamongan, tapi karena produksi ikan dari Gresik juga menurun.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help