Berita Entertainment

Raffi Ahmad - Nagita Slavina Dikritik Habis-habisan gara-gara Naik Gajah, Begini Kata Pakar Anatomi

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina dikritik habis-habisan setelah mengunggah fotonya tengah naik gajah di Taman Safari.

Raffi Ahmad - Nagita Slavina Dikritik Habis-habisan gara-gara Naik Gajah, Begini Kata Pakar Anatomi
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Pasangan artis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina serta putranya Rafathar Malik Ahmad berfoto saat bertandang ke kantor Redaksi Tribunnews.com, di Palmerah, Jakarta, Selasa (10/4/2018). 

"@cinta_hubby bener banget tuh kasihan gajahnya, setidaknya @raffinagita1717 tahulah dan ngertiin," timpal akun @idcost1212.

"Kasihan gajahnya kayak tersiksa," kata akun imroatussss.

Sebelumnya, seruan untuk tidak menaiki gajah ramai dikampanyekan di media sosial.

Dilansir dari Kompas.com, Warganet pemilik akun Instagram @iqbalhimawan_ mengunggah foto pada Senin (13/8/2018) tentang gajah. Dalam keterangan foto, dia meminta maaf karena pernah menunggangi gajah.

"Saya baru tahu kalau struktur punggung gajah terdiri dari tonjolan tulang-tulang tajam yang hanya dilapisi jaringan tipis. Lebih parah lagi saat dikasih dudukan, bakan semakin melukai dan menyebabkan cedera tulang belakang jangka panjang pada gajah," tulisnya dalam keterangan foto.

Menjawab pertanyaan ini, Kompas.com menghubungi Dr. drh. Hery Wijayanto, MP., spesialis anatomi Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Dokter hewan sekaligus dosen itu mengaku sudah membaca tentang kekhawatiran warganet di media sosial. Ia mendukung, gajah bukan untuk ditunggangi apalagi dikomersilkan.

Namun secara anatomi, Hery meluruskan kabar tersebut. Menurutnya, yang dikhawatirkan oleh masyarakat adalah kemungkinan rusaknya tonjolan tulang di atas gajah atau yang disebut prosesus spinosus ketika gajah mengangkut beban atau manusia. Ia menerangkan, bukan hanya gajah yang memiliki tonjolan, tetapi semua hewan memilikinya.

"Kalau dibandingkan dengan kuda, justru kerusakan lebih mengkhawatirkan terjadi pada kuda yang dipakai untuk balapan lari dan harus melompat-lompat juga," kata Hery saat dihubungi lewat sambungan telepon, Kamis (16/8/2018).

"Bukannya saya membela orang yang menunggangi gajah, tidak. Kalau saya lihat dari sisi anatomi, karena saya orang anatomi, ketika gajah diberi dudukan dan ada dua sampai tiga orang duduk di atasnya, untuk seekor gajah tidak masalah. Kekuatannya luar biasa, termasuk struktur anatominya," imbuhnya. (kompas.com/grid.id)

Editor: Musahadah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help