Berita Kesehatan

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat Bikin Mata jadi Silinder? Simak Penjelasannya & Cara Menanganinya!

Mata silinder membuat penglihatan menjadi agak buram dan tidak fokus. Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat Bikin Mata jadi Silinder? simak penjelasannya!

Benarkah Nonton TV Terlalu Dekat Bikin Mata jadi Silinder? Simak Penjelasannya & Cara Menanganinya!
shanghaiist
ilsutrasi : menonton tv terlalu dekat 

Namun, jika silinder masih dalam tingkat yang ringan, mungkin Anda tidak butuh menggunakan alat bantu penglihatan tersebut.

Pada dasarnya, ada 3 cara mengobati mata silinder yaitu:

1. Pakai kacamata atau lensa kontak

Pada kacamata khusus silinder, lensa kacamata akan didesain melengkung untuk menangkal penglihatan yang terlihat kabur.

Ada juga lensa kontak khusus untuk mata silinder yang disebut dengan toric.

Dengan lensa ini cahaya dapat dibelokan dengan benar ke arah mata.

Semakin parah mata silinder Anda, maka lensa yang dianjurkan adalah lensa berbentuk lebih kaku.

Akan tetapi, lensa kontak dan kacamata tidak akan menghilangkan silinder pada mata Anda secara permanen.

Kedua alat ini hanya membantu kemampuan penglihatan Anda.

2. LASIK (laser-assisted in situ keratomileusis)

Ini adalah prosedur bedah rawat jalan yang digunakan untuk mengobati rabun jauh, rabun dekat, dan tentunya mata silinder.

Prosedur LASIK menggunakan sebuah laser yang digunakan untuk membentuk kornea untuk memperbaiki cara mata memfokuskan sinar cahaya ke retina di belakang mata.

Dengan LASIK, dokter mata menciptakan flap (pembukaan lapisan) tipis di kornea, baik menggunakan pisau atau laser.

Dokter bedah kemudian melipat kembali flap tersebut, lalu dengan akurat mengangkat sejumlah khusus jaringan kornea yang berada di bawah flap dengan menggunakan laser excimer.

Flap ini kemudian dikembalikan ke tempat asalnya.

Bagi orang yang rabun jauh, LASIK digunakan untuk meratakan kornea yang melengkung terlalu tajam.

Namun, bagi orang yang memiliki rabun dekat, LASIK digunakan untuk melengkungkan kornea yang terlalu datar.

LASIK juga dapat membenarkan kornea yang tidak teratur menjadi normal untuk penderita astigmatisme atau mata silinder.

Meskipun banyak orang telah melakukan melakukan operasi LASIK, banyak juga orang yang tidak dapat melakukannya.

Sekitar 30 persen pasien yang dievaluasi oleh dokter mata secara rutin, ditolak untuk melakukan operasi LASIK dengan berbagai alasan.

Mulai dari usia di bawah 18 tahun, sedang hamil atau menyusui, memiliki penyakit atau kondisi kesehatan tertentu, atau kondisi mata yang kurang stabil.

Hubungi dokter Anda untuk melakukan pengecekan apakah Anda bisa jadi kandidat untuk operasi LASIK.

3. Laser-assisted subepithelial keratomileusis (LASEK)

Prosedur ini menggunakan cara lapisan kornea yang lebih tipis dilipat ke belakang untuk membatasi cedera pada mata yang disebabkan aktivitas sehari-hari atau olahraga.

LASEK dapat menjadi pilihan yang lebih baik jika Anda memiliki kornea yang tipis atau Anda berisiko tinggi terhadap cedera mata di tempat kerja atau dari berolahraga.

4. Photorefractive keratectomy (PRK)

Operasi mata ini digunakan untuk memperbaiki rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme yang ringan hingga sedang.

Selama operasi PRK, ahli bedah mata menggunakan laser untuk membentuk kembali kornea.

Laser yang memberikan pancaran yang sejuk dari sinar ultraviolet ini digunakan pada permukaan kornea, tidak di bawah flap kornea seperti pada LASIK.

PRK juga dapat dilakukan dengan pencitraan kornea pada komputer.

Untuk mengetahui mana yang tepat untuk Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mata Anda.

Jika Anda ingin melakukan operasi, Anda harus memiliki mata yang sehat tanpa masalah pada retina atau bekas luka pada kornea.

Dengan melakukan operasi mata ini, Anda dapat memperbaiki kondisi mata Anda dan menyembuhkan mata silinder Anda.

Sedangkan, kacamata dan lensa kontak hanya bersifat membantu penglihatan Anda, bukan menyembuhkan.

5. AK atau LRI (astigmatic keratotomy)

Ini bukanlah operasi laser mata, namun operasi bedah yang digunakan untuk memperbaiki astigmatisme atau mata silinder.

Kornea orang yang memiliki astigmatisme biasanya berbentuk seperti bola kaki.

AK atau LRI mengoreksi astigmatisme  atau mata silinder dengan membuat satu atau dua sayatan di bagian kornea yang paling curam.

Sayatan ini membuat kornea menjadi lebih santai dan lebih bulat.

Operasi mata ini dapat berdiri sendiri atau digabung dengan PRK, LASIK, atau RK.

Baca: Beredar Kabar Chat di WhatsApp (WA) & Ponsel Kita Disadap oleh Pemerintah, Kominfo: Ini Adalah Hoax

Baca: Jadwal Pertandingan Asian Games 2018 Hari Ini, Jumat 31 Agustus 2018, Basket Indonesia Akan Main!

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help