Berita Surabaya

Waspada, Beredar Beras Premium Palsu, Beras Medium Dikemas Merek Premium Dijual lebih Mahal

Tersangka Harianto pemilik gudang beras ditangkap lantaran terbukti memalsukan merek beras mutu premium MTR (Mentari) menjadi MRI (Mentari).

Waspada, Beredar Beras Premium Palsu, Beras Medium Dikemas Merek Premium Dijual lebih Mahal
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Polisi menunjukkan membeberkan barang bukti puluhan ton beras merek palsu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Guna mencegah peredaran beras merek palsu Subdit I Tipid Indagsi (Industri Perdagangan) Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan upaya tindakan hukum.

Mereka menggerebek gudang penyimpanan beras premium merek palsu di Kedung Kandang Kota Malang.

Tersangka Harianto pemilik gudang beras ditangkap lantaran terbukti memalsukan merek beras mutu premium MTR (Mentari) menjadi MRI (Mentari) dengan kualitas medium yang sangat merugikan konsumen sesuai UU 2016 tentang Merek Dagang.

Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Agus Santoso, Kamis (30/8/2018) menjelaskan sindikat kejahatan pemalsuan merek beras premium ini dilakukan secara berkelompok berada di setiap daerah di Jawa Timur.

"Tersangka selama lebih dari setahun telah melakukan kejahatan pemalsuan merek beras premium," ucapnya di Mapolda Jatim, Kamis (30/8/2018).

Menurut dia, seluruh beras merek palsu ini telah melebihi head yang dijual lebih mahal dari harga beras kualitas medium.

Sesuai harga di pasaran beras medium dijual dikisaran harga Rp 9.500 sedangkan beras mutu premium Rp 12.000.

"Lha ini beras medium yang dikemas menggunakan merek premium dijual di atas harga jual beras medium," ungkapnya.

Agus mengatakan pemalsuan merek beras ini tentunya melanggar UU 2016 tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan perlindungan konsumen. Pasalnya, kejahatan ini sangat merugikan konsumen yang membeli beras kwalitas premium dengan harga mahal namun hanya mendapat beras kwalitas medium.

"Hasil uji laboratorium mutu dari dua merek beras asli dan palsu ini sangat jauh berbeda tapi dijual sama di pasaran," bebernya.

Ditambahkannya, peredaran beras premium merek palsu ini telah menyebar di seluruh daerah Jawa Timur.

Pihaknya mengimbau konsumen bisa teliti membeli beras kwalitas premium. Perbedaan paling mencolok beras merek palsu cenderung lebih banyak butiran beras dibandingkan merek beras premium asli.

"Di pasaran beras merek palsu dijual sama dengan beras merek asli MRT (Mentari) yakni kemasan 25 kilogram berharga sama senilai Rp 250 ribu," kata Agus.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help