Berita Gresik

Pengadaan Kain Seragam Sekolah Gratis di Gresik Terancam Molor Lagi

Pengadaan kain seragam sekolah gratis untuk pelajar di Gresik terancam molor lagi karena terkendala lelang.

Pengadaan Kain Seragam Sekolah Gratis di Gresik Terancam Molor Lagi
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi pembuatan seragam sekolah 

SURYA.co.id | GRESIK - Pimpinan DPRD Gresik mulai geram dengan kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik yang tidak segera menyelesaikan pengadaan seragam gratis yang kini terkendala lelang. 

Padahal para siswa sudah mulai belajar sejak dua Juli 2018.

Pimpinan DPRD Gresik juga heran kepada kinerja panitia lelang yang tidak segera koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) Dinas Pendidikan jika terjadi kekurangan persyaratan.

"Kemarin kita sudah panggil Dinas Pendidikan, katanya pihak perusahaan tidak meminta revisi warna kain. Sebab, untuk SD dan SMP Negeri itu warnanya berbeda-beda," kata Syafi, wakil Ketua DPRD Gresik dari fraksi PKB dengan didampingi Ketua Komisi IV Nurul Huda, Kamis (30/8/2018).

Syafi mengatakan akan mengevaluasi kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik yang dinilai kurang mampu dalan mengelola anggaran.

"Nanti akan kita sampaikan ke Bupati kinerja Dinas Pendidikan yang tidak bisa menyelesaikan tugas pengadaan seragam," imbuhnya.

Syafi juga kawatir pengadaan seragam sekolah gratis ini akan seperti tahun 2017, yaitu sampai Desember baru diberikan ke siswa. Padahal idealnya awal masuk sekolah bulan Juli sudah diserahkan ke siswa.

"Jangan sampai tahun kemarin, sampai bulan Desember baru diserahkan ke siswa," katanya.

Sementara, Ketua Komisi IV Nurul Huda mengatakan bahwa sudah memanggil dinas pendidikan dan bagian lelang seragam sebanyak tiga kali.

"Sudah tiga kali kami panggil bagian lelang dan Dinas Pendidikan terkait pengadaan seragam," kata Huda.

Huda mengatakan bahwa bagian lelang tidak bisa menuntaskan karena perusahaan pengadaan lelang tidak mampu mengadakan seragam yang berbeda-beda warna.

"Alasannya, perusahaan lelang tidak mampu membeli seragam yang berwarna-warni. Misalnya, untuk SD harus kain seragam putih -merah, untuk SMP warna putih - biru. Dengan alasan itu ternyata tidak ada perusahaan yang mampu," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Mahin mengatakan bahwa perubahan persyaratan dari unit layanan pengadaan (ULP) sudah kita lengkapi agar lelang segera dilaksanakan," kata Mahin.

Penulis: Sugiyono
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help